RADAR JOGJA – Seni lukis botani merupakan genre tersendiri. Lukis Botani merupakan paduan kajian botani yang merupakan ilmu sains dan seni. Para pelukisnya tak hanya sekadar menggambar atau melukiskan objek botani di hadapannya saja, melainkan juga mengetahui karakteristik dan kisah dibalik botani yang mereka lukis.

Ketua Pameran Ragam Flora Indonesia 2 Eunike Nugroho mengatakan, dalam pameran yang diadakan di Bale Sangkring hingga 13 September ini terdapat  70 lukisan flora Indonesia dan kompilasi Botanical Art Worlwide. Menurutnya, tiap pelukis botani dalam berproses juga mengetahui tentang objek yang dia gambarkan.

Misalnya saja saat dia melukis tentang Ficus Punctata. Tanaman yang ditemukan di Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia ini hidup bersamaan dengan serangga atau mutual dependence. Serangga betina dan pejantan hidup saling bergantung sama lain dengan tanaman ini. Serangga pejantan akan membuat lubang di dalam buah untuk sang betina berkembang biak. Di dalam buah ini sebetulnya terdapat bunga yang putik sarinya akan tersebar begitu anak-anak serangga betina keluar dari buah tersebut.

Disamping itu, lukis botani ini sebetulnya sudah ada sejak dulu kala. Dalam bidang sains gambar ini berperan dalam mengungkap sebuah subjek kajian.

Sementara itu, pada pameran ini juga dilibatkan berbagai komunitas. Di antaranya, Perhimpunan Anggrek Indonesia, Rumah Serangga, Paguyuban Tanaman Karnivora, dan lainnya.  (ila)