RADAR JOGJA – Siapa yang tak ingin punya rambut sehat? Terutama rambut pada anak. Terlebih menjaga kesehatan kulit kepala pada anak dapat dibilang gampang-gampang susah. Apalagi jika pada rambut sang buah hati didapati kutu.

Zaman modern begini masih ada kutu rambut? Eits, jangan salah. Kutu rambut atau kutu kepala ini masih saja ditemui di rambut anak-anak. Kutu rambut merupakan parasit penghisap darah yang biasanya hidup di bagian kepala. Kutu rambut ini mampu bertelur enam butir sehari dan akan menetas kurang lebih selama delapan hari.

Masalah kutu ini tidak bisa dianggap enteng karena bisa berdampak buruk bagi kulit kepala apabila tidak ditangani dengan benar. Dokter kulit Dyah Arum Sari mengatakan, salah satu metode yang paling aman digunakan untuk mengatasi kutu rambut tanpa efek samping yaitu dengan menggunakan sisir kutu atau serit.

”Memelihara kesehatan rambut dan kulit kepala menjadi hal penting untuk anak, karena kulit kepala merupakan bagian tubuh yang juga bisa rentan terhadap iritasi yang disebabkan oleh kutu,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengatasi kutu rambut pada anak selain menggunakan serit juga bisa dengan obat alami. Arum, sapaannya, menjelaskan, obat alami ini bisa dibuat sendiri menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun.

”Caranya ambil sekitar tiga sendok makan minyak tadi, oleskan pada kulit kepala dan pijat lembut. Lalu tutup kepala dengan penutup dan biarkan semalaman, paginya bilas dan keramas seperti biasa,” jelasnya.

Menurutnya, sebaiknya menggunakan serit atau minyak zaitun saja dan rajin-rajin keramas. Sedangkan untuk penggunaan obat antikutu sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti dua kakak beradik di Boyolali, Jawa Tengah yang meninggal diduga karena keracunan obat kutu rambut.

Lebih lanjut, Arum menjelaskan, cara antisipasi yang tepat untuk masalah kutu yakni menghindari atau jangan terlalu berdekatan dengan penderita kutu rambut. Sebab, kutu bisa berpindah merambat ketika kepala saling bersentuhan.

”Untuk perawatanya harap tetap menjaga kebersihan dengan keramas rutin,” pesannya.

Khusus anak-anak yang kulit kepalanya sensitif cukup dengan menyisir rambut setiap hari dengan serit. ”Kalau didapati kulit kepala terjadi iritasi memerah atau koreng segera memeriksakan diri ke dokter untuk diberikan pengobatan yang tepat,” jelasnya.

Korang ini muncul akibat luka yang ditimbulkan karena garukan tangan. Nah, untuk pengobatan biasanya akan diberikan obat antibakteri atau antiinflamasi berupa salep atau krim. Cara dioleskan di bagian kulit kepala. ”Obat tersebut hanya bisa didapatkan dengan resep dokter,” ungkapnya.

Tak lupa Arum memberikan saran untuk orang tua yang anaknya terkena kutu untuk mencegah perkembangbiakkan kutu seperti memberikan edukasi agar anak tidak berbagi barang pribadi seperti sisir rambut, bantal, dan handuk dengan teman yang mempunyai kutu rambut. Lakukan pula perawatan rutin seperti keramas dua hari sekali. (ita/ila)