JOGJA – Saat ini kebutuhan orang memiliki website semakin meningkat. Terlebih dengan semakin perlunya bisnis, perusahaan, maupun perseorangan melakukan branding dan perluasan pasar. Website memang masih menjadi senjata ampuh menjangkau audiens di mesin pencari seperti Google, Bing, Yahoo, dan lainnya.

Sesuai dengan kebutuhannya, website memiliki fungsi yang beraneka ragam bagi masyarakat. Dari sisi yang mengakses, melalui laman website kita dapat memperoleh review barang, memverifikasi informasi atau berita, hingga mendapatkan kontak perusahaan atau toko. Dari sisi pemilik, website berfungsi untuk media pemasaran hingga memperkuat kredibilitas perusahaan atau individu. Namun, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang merasa website sebagai platform go online yang sulit dibuat dan dikembangkan.

Head of Product Niagahoster Wayan Cahyono mengungkapkan, didasari hal tersebut, perusahaan web-hosting dan domain Niagahoster mengadakan Community & Media Gathering untuk memberikan pengetahuan sekaligus workshop pembuatan website portofolio dengan CMS WordPress.

Dia mengungkapkan, Di masa lalu, untuk dapat menampilkan sebuah halaman website yang rapi dibutuhkan kemampuan programming yang tinggi. Dengan perkembangan teknologi di dunia coding, telah tercipta content management system (CMS). CMS sendiri adalah sebuah platform untuk membuat dan mempublikasikan konten di website.

Salah satu CMS yang paling populer dan banyak digunakan adalah WordPress. Fitur yang ada di WordPress memungkinkan kita mengunggah dan meng-edit tampilan website tanpa perlu kemampuan coding.

”WordPress merupakan aktor di belakang 34 persen seluruh website di dunia. Ia juga sekaligus menguasai lebih dari 60 persen pasar CMS global. Niagahoster juga merekomendasikan dan mendukung pengembangan WordPress untuk kebutuhan website, terutama untuk membuat personal portofolio,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Niagahoster mengundang komunitas fotografi Kelas Pagi Jogjakarta untuk membuat halaman portofolio online sendiri. Di acara ini, para rekan dari komunitas dan media diajarkan langkah-langkah menginstal WordPress hingga mengunggah konten di website mereka.

Pada acara ini hadir pula Agi Tiara Pranoto, seorang blogger dan content creator yang sudah lama membangun portofolio dengan website. Agi membagikan pandangannya mengapa memiliki laman portofolio penting untuk para fotografer.

Menurutnya, media sosial itu tren yang sewaktu-waktu bisa habis masanya. Seperti Friendster, My Space, Path yang sudah lewat masanya. Instagram dan Youtube yang sekarang booming pun sewaktu-waktu bisa tidak trending lagi.

”Sebagai content creator, saya butuh rumah sendiri supaya tidak terlalu terlena dengan tren. Bagi saya keputusan membuat website itu tepat karena mesin pencari (Google) akan terus ada, artinya website pun akan terus ada di sana,” ungkap Agi.

Agi juga mengungkapkan pentingnya memiliki halaman portofolio untuk personal branding. Membangun persona online dengan website juga akan menambah kredibilitas bisnis maupun perseorangan. (sce/ila)