JOGJA – Suksesi Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ sedang menuju tahapan lebih serius. Ini setelah panitia seleksi yang diketuai Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana mengumumkan beberapa nama. Ada sembilan pejabat eselon II a yang dinyatakan lolos tahap administrasi.

Sembilan pejabat itu adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ Aris Riyanta; Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIJ Krido Suprayitno; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ Kadarmanta Baskara Aji; serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIJ Rony Primanto Hari.

Berikutnya, Assekprov Pemerintahan dan Administrasi Umum Tavip Agus Rayanto; Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Tri Mulyono; serta Assekprov Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana.

Selain internal, ada dua nama dari luar Pemprov DIJ yang ikut mendaftar dan lolos administrasi. Keduanya adalah Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono dan Sekda Sleman Sumadi.

“Mereka yang mendaftar semuanya pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklatpim) II. Itu menjadi persyaratan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Agus Supriyanto, Minggu (11/8).

Agus mengatakan, pelamar berjumlah sembilan orang. Semuanya laki-laki. Tidak ada birokrat perempuan ikut mendaftar. “Seluruhnya dinyatakan lolos administrasi,” lanjutnya.

Tahapan berikutnya, semua peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi. Lokasinya di ruang rapat B BKD DIJ, Jalan Kiai Mojo 56 Jogja. Pelaksanaannya dua hari. Dimulai hari ini, Senin (12/8), hingga Selasa (13/8) besok.

Sementara itu, beberapa sumber di Kepatihan memberikan bocoran seputar suksesi Sekprov. Dari sembilan nama itu sebenarnya sudah dapat ditebak arahnya. “Situasinya nanti mirip 2017 saat Gatot Saptadi terpilih. Sejak awal dulu sudah bisa dibaca, Gatot lah calon yang akan jadi,” ujar sumber itu.
Namun kondisi 2019 sedikit berbeda. Dia menyebutkan ada dua calon yang akan bersaing ketat.

Sumber itu tidak bersedia menyebutkan dua nama itu secara langsung. Dia justru melemparkan isyarat tertentu. “Satu calon hobi naik sepeda dan main musik. Calon satunya yang jadi kuda hitam dari keluarga besar Cendana. Tapi bukan trahnya Pak Harto (mantan presiden, Red) lho,” kata sumber itu sedikit berkelakar.

Radar Jogja diminta mencari sendiri jawabannya. Isyarat pejabat hobi naik sepeda dan bermain musik adalah Tavip, sumber itu hanya menjawab dengan anggukan kepala.

Adapun keluarga besar Cendana adalah petunjuk alamat kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ di Jalan Cendana 9 Jogja. Di tempat itulah Aji, sapaan akrab Kadarmanta Baskara Aji, sehari-hari berkantor. “Aji berpeluang menggeser Tavip. Kansnya 75 persen. Kecuali ada gempa politik yang mengubah peta Kepatihan,” ujar sumber itu.

Tanda-tanda Aji berpeluang menduduki kursi AB 11 -nomor polisi mobil dinas Sekprov DIJ- terlihat dari persyaratan khusus seleksi. Tak ada ketentuan calon minimal menduduki dua jabatan eselon II a yang berbeda. Dari sembilan calon itu, Aji satu-satunya yang belum berpindah tugas.

Sejak Februari 2011 dia menjabat kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ. Lebih dari delapan tahun jabatan itu diembannya hingga kini. Dengan begitu, pengalaman di luar urusan pendidikan belum pernah dialami pria yang berulang tahun setiap 25 Februari ini.

Sedangkan Tavip pernah tiga kali menjabat eselon II a. Awalnya Assekprov Pemerintahan dan Kesra DIJ. Kemudian pindah menjadi kepala Bappeda. Sekarang balik lagi menjadi asisten. Tavip memulai eselon II b sebagai kepala biro tata pemerintahan. Tavip juga pernah menjadi atasan langsung Aji.

Peristiwanya saat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ Suwarsih Madya memasuki pensiun pada Oktober 2010. Tavip yang kala itu menjadi Assekprov Pemerintahan dan Kesra ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt). Sedangkan Aji yang menjabat kepala bidang perencanaan menjadi pelaksana harian (Plh).

“Kekurangan karir Pak Tavip belum pernah memimpin dinas teknis. Ibarat perwira, dia belum pernah bertugas di batalyon tempur. Lebih banyak di staf. Ini kebalikan dengan Aji yang ada di barisan infantri,” papar sumber lainnya.

Dikatakan, kalau bicara tour of duty atau pengalaman tugas dari sembilan orang itu yang relatif lengkap adalah Drajad Ruswandono. Sekda Gunungkidul itu pernah beberapa kali menduduki jabatan eselon II b dan II a. Dia pernah menjadi kepala Biro Perekonomian dan SDA DIJ. Lalu kepala Badan Lingkungan Hidup DIJ.

Kemudian menjabat Sekretaris DPRD (Sekwan) DIJ. Eselon III-nya dihabiskan sebagai Kabid Belanja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) serta sekretaris Bappeda DIJ.

Terpisah, Sekprov DIJ Gatot Saptadi tidak membantah atau membenarkan terkait munculnya nama Aji dan Tavip sebagai kandidat kuat penggantinya. Gatot hanya tersenyum. “Lihat saja nanti,” kilahnya tanpa bersedia merespons lebih jauh.

Gatot yang menjabat sekretaris panitia seleksi ingin semua tahapan bisa tuntas pada September. Termasuk persetujuan dari pemerintah pusat. Dengan begitu, saat dirinya pensiun per 1 Oktober 2019 Sekprov yang baru bisa langsung dilantik. “Itu harapannnya. Tapi semua tergantung pemerintah pusat sebagai penilai akhir,” katanya. (kus/yog)