GUNUNGKIDUL – SMK Mahisa Agni siap mencetak peserta didik yang andal dan diarahkan bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan profesional. SMK Mahisa Agni adalah satu-satunya sekolah yang membuka jurusan keperawatan sosial.

Ketua Yayasan Pendidikan Mahisa Agni Wahyu Purwanto menyampaikan itu saat ditemui di SMK Mahisa Agni, di Padukuhan Sayangan, Desa Bandung, Kecamatan Playen Selasa (16/7). Dia menjelaskan, program keperawatan sosial lebih terarah dan siap membentuk tenaga berkualitas dan bermutu. “Tahun ajaran 2019/2020 ini membuka Jurusan Keperawatan Sosial. Jurusan ini mengajarkan pengasuhan dan perawatan lansia,” kata Wahyu Purwanto.

Selain itu juga pengasuhan dan advokasi anak, serta rehabilitasi sosial disabilitas. Dikatakan, latar belakang pengambilan jurusan ini muncul karena adanya peluang kerja sebagai tenaga keperawatan di Jepang. “Menurut data BNP2TKI 2017 ada 295 tenaga pengasuh lansia yang diberangkatkan ke luar negeri,” ujarnya.

Setiap tahun ada permintaan sebanyak 16.000 tenaga perawat untuk bekerja di negara-negara maju khususnya di Asia Timur seperti Jepang, Taiwan, dan Hongkong. Nah, untuk mempersiapkan calon lulusan yang siap kerja di luar negeri tersebut, SMK Mahisa Agni memberikan pelajaran bahasa asing selama dua tahun.

Selain itu, lulusan SMK Mahisa Agni akan mendapatkan sertifikat profesi yang akan membedakannya dengan lulusan lainnya. Sehingga, lulusan SMK Mahisa Agni diharapkan bisa menjadi tenaga kerja profesional yang berkualitas. “Selain bekerja ke luar negeri, peluang kerja di dalam negeri juga sangat mungkin. Misalnya ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BPBD, dan yang lain,” terangnya.

Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020, ada pendaftar 11 siswa. Siswa SMK Mahisa Agni berasal dari berbagai tempat, seperti Kecamatan Siyono, Saptosari, dan terjauh berasal dari Kedungwanglu, Banyusoco, dan Playen.

“Untuk biaya, SPP Rp 180 ribu. Gratis uang gedung, uang seragam, dan sepatu,” ucapnya. (gun/din/er)