PURWOREJO – Kekurangan air bersih yang sudah dirasakan warga di sejumlah tempat di Kabupaten Purworejo mengundang keprihatinan banyak pihak. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo yang menjadi bagian dari masyarakat di kabupaten ini bisa merasakan keprihatinan tersebut.

Mereka pun tergerak untuk mengambil bagian memberikan bantuannya kepada warga di wilayah yang membutuhkan. Paham tidak menguasai medan yang akan diberikan distribusi air bersih, mereka pun mengomunikasikan hal itu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo yang tahu persis peta kekeringan.

Setidaknya ada 15 tangki yang disalurkan merata untuk masyarakat Desa Sidomulyo, Sidorejo, dan Wonotulus (Kecamatan Purworejo), Somorejo dan Sokoagung (Bagelen), Kaligintung dan Kedungbatur (Pituruh), serta Rowodadi dan Trimulyo (Grabag).

“Desa-desa itu merupakan saran dari BPBD Purworejo. Kami mengikuti saja,” kata Kepala BPN Purworejo Suwitri Iriyanto dalam pelepasan keberangkatan tangki air bersih di halaman kantornya, Selasa (16/7).

Dikatakan, bantuan yang diwujudkan dalam bentuk air bersih itu merupakan swadaya dari karyawan dan sejumlah notaris yang bertugas di wilayah Purworejo. Dana yang terkumpul kemudian dikonversi dalam 15 tangki air bersih dan operasional penyaluran.

“Kami berkoordinasi dengan BPBD, mengingat lembaga itu memiliki kewenangan dan kapasitas dalam menyalurkan bantuan air bersih. BPBD lebih tahu desa mana yang paling butuh bantuan,”  tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Sutrisno mengatakan, pihaknya memang mengajak banyak pihak untuk peduli dengan kekeringan yang terjadi di Purworejo. Dia meminta agar penyaluran bantuan yang akan diberikan dikoordinasikan dengan BPBD.  “Koordinasi ini dimaksudkan untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran,” katanya. (udi/laz/er)