Prihatin atas rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah, tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta mengembangkan inovasi untuk mengatasi persoalan sampah. Bentuknya berupa alat pemisah sampah otomatis dengan nama Gemilpah.

SEVTIA EKA NOVARITA, Jogja

Gemilpah diambil dari kepanjangan gerakan memilah sampah. Isfan Chairuman Nasution, Faiz Miftakhur Rozaqi, dan Ma’ruf Hasan telah mengembangkan mesin Gemilpah dalam kurun waktu tiga bulan lamanya.

Isfan mengaku masih menemukan masyarakat yang hanya menumpuk sampah dan membiarkan sampah tercampur di pembuangan akhir. Padahal, memisahkan sampah bukanlah suatu hal yang sulit.

Dengan tercampurnya sampah, akan mengakibatkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. “Seperti halnya penularan berbagai macam penyakit, pencemaran lingkungan, sampai menurunnya tingkat kesuburan tanah,” jelas Isfan kemarin (10/7).

Oleh karena itu, Gemilpah dilengkapi dengan image processing yang akan membantu proses pengelompokan sampah. Alat akan berfungsi mengenali jenis sampah sesuai dengan pola gambar yang telah dihimpun komputer.

Sementara itu, Faiz menjelaskan bagaimana sampah bisa dipilah menggunakan Gemilpah. Pola gambar yang telah terdeteksi akan diubah ke data algoritma yang akan memerintahkan untuk melakukan tindakan pemilahan sampah.

Pemilah sampah dengan ukuran 60x60x50 sentimeter dengan tiga ruang yang tersedia. Akan mulai bekerja saat sampah dihadapkan pada kamera untuk mengidentifikasi jenis sampah sesuai pola gambar yang diterjemahkan bagian image processing.

Kemudian, Gemilpah akan memberikan respon untuk membuka salah satu jenis tutup sampah. “Gemilpah bisa mengenali sampai dengan 90 jenis sampah yang ada. Namun untuk sementara baru bisa mengenali botol, gelas, serta peralatan makan seperti sendok, garpu, dan pisau,” tuturnya.

Sampah yang telah dipisahkan sesuai dengan jenis yang diinginkan, akan memudahkan penyaluran ke tempat pengolahan. Ditambah  Gemilpah yang dibuat terhubung dengan plastik pelapis di bagian bawah. Penggunaan Gemilpah diklaim akan menghemat karena hanya penggunaan satu wadah yang bisa diisi oleh beberapa jenis sampah.

Faiz berharap, karya yang dihasilkan bersama kedua rekannya itu bisa masuk ke tahap produksi dan mampu membantu dalam mengatasi masalah sampah. “Akan segera disempurnakan dan bisa digunakan perkantoran maupun untuk keseharian di rumah,” jelas Faiz. (laz/fj)