JOGJA – Setelah menetapkan enam kawasan cagar budaya, Pemprov DIJ menggagas kawasan terpadu penanda keistimewaan. Kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan penanda keistimewaan, yakni Jogja Planning Gallery di Malioboro dan Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Meski telah ditentukan desain kawasan penanda keistimewaan, pemprov tidak akan terburu-buru membangun kawasan tersebut. Sekprov DIJ Gatot Saptadi mengatakan atas permintaan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X pembangunan kawasan penanda keistimewaan harus dilakukan secara matang. Jangan sampai, pembangunannya menjadi mubazir karena tidak memiliki daya tarik di masyarakat. “Makanya mau di-reschedule lagi jangan dibangun dulu,” jelas Gatot ditemui di Bangsal Kepatihan Rabu (10/7).

HB X menginginkan pembangunan yang lebih matang. Jangan sampai, pembangunan kawasan penanda keistimewaan tidak dibarengi dengan konten yang ada. Sehingga tidak memiliki daya tarik bagi masyarakat. “Pikirkan dulu isi kawasan penanda keistimewaan ini apa. Jangan nanti sudah ada bangunan tapi isinya baru tahun depan,” katanya.

Seperti tetengger Selopamioro. Menurut mantan Penjabat Bupati Sleman itu, kawasan tersebut sangat potensial mejadi daya tarik pariwisata. Di tempat tersebut bisa ditemukan jejak-jejak sejarah Jogjakarta di masa lalu.  Apalagi, keberadaan tetengger tersebut didukung dengan adanya Jalan Jalur Lintas Selatan serta perbukitan.  “Penandanya apa, misal ada tugu yang jangan hanya tugu saja. Jangan sampai orang jauh-jauh datang haya melihat tugu,” katanya. Sedang Jogja Planning Galery akan dibangun di eks kantor Dinas Pariwisata DIJ.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo mengaku penanda keistimewaan masih dalam pendalaman. Pihaknya, masih akan mempelajari sehingga memiliki daya tarik sehingga bisa membawa masyarakat datang berkunjung. “Kami ingin ada monumen di sana, yang jelas bisa menjadi daya tarik bagi yang mengunjungi,” jelasnya.

Mantan Wakil Kepala Dinas Kebudyaan itu menargetkan penanda keistimewaan bisa dibangun paling cepat 2020. Apalagi, pemprov telah melakukan sayembara atas desain penanda kesitimewaan.Dia meyakini penanda keistimewaan akan memiliki daya tarik. Termasuk kemampuan meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut. (bhn/pra/zl)