SLEMAN – Bukan hanya sistem zonasi yang dikeluhkan orang tua / wali siswa dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019. Di Sleman ada orang tua siswa yang terhambat saat mendaftar PPDB sekolah dasar (SD) lantaran masalah kartu keluarga (KK). Syarat mendaftar PPDB di Sleman memang tak mengharuskan lampiran akta kelahiran dan KK yang dilegalisasi lembaga terkait. Tapi cukup menunjukkan akta kelahiran dan KK asli ke panitia. Namun bukan itu masalah yang menimpa Ratna Feronica. Dia mengeluh tak bisa mengakses username dan password yang diperoleh dari sekolah saat akan mendaftar secara online untuk anaknya. Padahal limit waktu untuk mendapatkan username dan password berakhir hari ini.

Setelah ditelusuri ternyata KK miliknya yang menjadi kendala. Dia memang bukan asli warga Sleman. Tapi pindahan dari Wonosobo, Jawa Tengah sejak lebih dua tahun lalu. Alamat tempat tinggal pada KK-nya juga sudah berubah Sleman. Namun alamat KK yang masuk dalam sistem online PPDB masih Wonosobo. Akibatnya, Ratna tak bisa mendaftarkan anaknya lewat jalur zonasi. “Padahal saya sudah lama mengganti KK dan tinggal di Sleman,” bebernya di Posko Pelayanan PPDB Dinas Pendidikan Sleman Jumat (21/6).

Jamaludin, salah seorang guru TK di Sleman, juga mengeluhkan masalah in put data. Karena kesalahan penulisan nama saat in put data berakibat username dan password tak bisa diakses. Menurut Jamaludin, hal itu terjadi pada beberapa siswanya.

Jamaludin menyayangkan proses PPDB online jenjang SD yang masih belum maksimal. Menurutnya, itu akibat sosialisasi yang hanya beberapa bulan dan relatif singkat. Sehingga banyak kesalahan kecil tapi fatal yang tak bisa diminimalisasi.

Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi, Dinas Pendidikan Sleman Reni Tri Puji Astuti mengaku tingkat aduan orang tua dan guru TK untuk PPDB SD terus meningkat. Sebelum pendaftaran dibuka saja sudah masuk 20 aduan. Hingga Jumat bertambah menjadi 50 aduan.

Materi aduan didominasi masalah username dan KK.

“Aduan tak harus ke dinas. Bisa langsung ke sekolah temat anak mendaftar,” tuturnya.

Operator sekolah telah diberi kewenangan untuk mengubah data jika ditemukan ada kesalahan in put.

Sementara bagi orang tua siswa dari luar Sleman, Reni mengingatkan mereka untuk mendaftarkan anaknya lewat jalur perpindahan tugas orang tua. Dengan kuota hanya lima persen dari daya tampung sekolah. Itu pun harus disertai surat keterangan penugasan atau mutasi. (cr7/yog/fj)