SLEMAN – Pengambilan PIN/Token untuk mendaftar sekolah jenjang SMA/SMK negeri sudah mulai berlangsung, Kamis. Di SMAN 1 Godean, dipenuhi orang tua dan anaknya untuk mengisi formulir pengambilan token.

Mereka adalah siswa yang mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online. Kesalahpamahan bahwa pengambilan token juga sebagai pendaftaran PPDB Online membuat para orang tua mendatangi sekolah sejak pagi buta.

Kepala SMAN 1 Godean, Maryono mengatakan, pemahaman orang tua bahwa pendaftar yang lebih awal diutamakan diterima membuat mereka kebanyakan datang pada hari pertama. Para orang tua menafsirkan, jika sudah mengambil token, anaknya resmi terdaftar.

Padahal tidak demikian. Sesuai petunjuk teknis (juknis), pengambilan token bisa dilakukan selama empat hari. Yaitu pada tanggal 20, 21, 24, dan 25 Juni.

“Dan pendaftaran baru bisa dilakukan pada Senin (24/6) mendatang. Hasilnya diumumkan pada 28 Juni,” jelas Maryono kepada Radar Jogja (20/6).

Melihat panjangnya antrean dan kekhawatiran orang tua, Maryono bersama jajarannya memberikan penjelasan bahwa pengambilan token beda dengan pendaftaran online. Dia mengarahkan siswa dan orang tua memilih sekolah sesuai zonasi dengan mempertimbangkan nilai ujian anak.

Hal itu untuk mengantisipasi anak salah pilih sekolah yang pada akhirnya bisa tidak mendapatkan sekolah karena tergeser. “Pada saat inilah, siapa yang nanti mendaftar terlebih dahulu bisa digunakan. Karena siswa yang nilainya sama dengan siswa lain, akan didahulukan siapa yang mendaftar terlebih dahulu,” kata Maryono.

Sedari pagi, orang tua berinisiatf menuliskan nama anaknya pada selembar kertas. Kemudian diserahkan kepada petugas pengambilan formulir.

Sampai pukul 12.00, pengambilan formulir telah dilayani sampai nomor urut 250. Antrean orang tua yang menuliskan nama anaknya mencapai 400 siswa. Sedangkan pengambilan token baru mencapai 150.

Orang tua yang baru datang diberi pemahaman untuk tidak terburu-buru. Karena pendaftaran online masih berlangsung beberapa hari ke depan.

Salah seorang wali murid, Suwarni mengaku antre sejak pukul 07.30. Sebelum loket pengambilan formulir dibuka. Mendapat nomor antrean 224, Suwarni mengaku mendapatkan kloter kedua untuk pengambilan token usai pengumpulan formulir dan berkas.

“Mungkin saya ambil Jumat karena mendapatkan nomor 71 di kloter kedua. Sedangkan sesi pertama ada 144 antrean dan baru sampai nomor antrean 77,” kata Suwarni. (cr7/iwa/by)