SLEMAN – Simpang siur kabar mengenai letak trase tol Jogja-Solo mulai ada titik terang. Trase jalan bebas hambatan sepanjang 40,49 kilometer itu berpotensi melalui Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah-Dusun Pondok, Selomartani, Kalasan, Sleman-Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman-Lotte Mart.

Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan, Pemanfaatan BPCB Jogjakarta M Taufik mengungkapkan, pemerintah pusat sebenarnya mengajukan tiga trase jalan tol Jogja-Solo. Hanya, BPCB tidak merekomendasikan dua di antaranya. Lantaran dua trase itu banyak melewati kawasan yang memiliki situs cagar budaya. Salah satunya, kawasan Prambanan.

Nah, trase yang paling memungkinkan adalah Lotte Mart menuju belakang Sambisari. Tembusnya ke Manisrenggo. Lokasi itu yang paling sedikit berbenturan dengan cagar budaya,” kata M Taufiq saat dihubungi Selasa (18/6).

Berdasar data BPCB, belum ada laporan perihal temuan cagar budaya di area Lotte Mart hingga Sambisari. Kendati begitu, M Taufiq berpendapat model ideal jalan tol Lotte Mart hingga Sambisari adalah elevated (melayang). Itu untuk mengantisipasi jika ada temuan cagar budaya.

”Tapi, itu (penentuan trase tol, Red) belum diputuskan,” ujarnya.

Sekprov DIJ Gatot Saptadi mengatakan, trase tol Jogja-Solo belum diputuskan. Hingga sekarang baru trase tol Jogja-Bawen yang telah ditentukan.

Gatot tak menampik di antara trase yang ditawarkan adalah melalui Manisrenggo. Hanya, hingga sekarang gubernur DIJ belum menyepakatinya.

”Dari gambar, ada ruas yang elevated. Ada juga yang at grade kombinasi, tapi belum fixed,” tuturnya.

Ketika disinggung mengenai exit toll, Gatot menyebut, pemprov memiliki lima lokasi alternatif. Seluruhnya berada di wilayah Maguwoharjo. Persisnya mulai ujung Ring Road Timur hingga sekitar Candi Kedulan. Namun, birokrat yang pernah menjabat sekretaris DPRD DIJ ini mengisyaratkan cenderung memilih di ujung Ring Road Timur. Pertimbangannya, wilayah itu yang paling minim berdampak terhadap masyarakat. Mulai aktivitas perekonomian hingga pembebasan lahannya.

”Kriterianya, sepanjang tol tidak melewati situs-situs bersejarah. Jarak minimal dari situs 500 meter itu yang disetujui,” katanya. (har/zam/rg)