BANTUL – Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSPD FKIK UMY) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Posbindu PTM (Februari-Juni 2019) dan Bakti Sosial Akbar Tahunan Bulan Bakti di Dukuh Donotirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Ini sebagai desa binaan PSPD FKIK UMY, Minggu (14/4).
Kegiatan yang dibiayai Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY ini mengangkat tema “Posbindu PTM (Penyakit Tidak Menular) dan Kawasan Bebas Asap Rokok Berbasis Gerakan Pemuda sebagai Upaya Promotif dan Preventif Pra Lansia dan Lansia.” Kegiatan ini juga bekerjasama dengan tim pengabdian masyarakat mahasiswa PSPD FKIK UMY.
Pengabdian masyarakat diketuai dr Farindira Vesti Rahmasari MSc, dan anggota dr Denny Anggoro Prakoso MSc FISPH FISCM. Ketua PKM dr Farindira Vesti Rahmasari MSc mengatakan, PTM seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan penyakit paru obstruktif kronis merupakan penyebab kematian hampir 75 persen di dunia.
“Faktor risiko PTM meliputi pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi minuman beralkohol, dan merokok. Orang dengan obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan riwayat PTM pada orang tua berisiko tinggi terkena PTM,” terangnya.
Menurut dr Indi, salah satu upaya dalam pengendalian PTM adalah tindakan pencegahan. Salah satu bentuk pencegahannya dengan mengecek kesehatan secara berkala. Pemeriksaan faktor risiko PTM dapat dilakukan melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang ada di desa/kelurahan.
Ia bersama tim PKM berupaya mendukung pengendalian PTM dengan mengadakan Posbindu PTM di Dukuh Donotirto. Dengan peningkatan fasilitas Posbindu PTM dan pembekalan kader dalam bentuk kegiatan berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat secara aktif dan mandiri dalam menghadapi PTM. Berbasis gerakan pemuda menjadi berbasis gerakan Posyandu. (*/laz/by/en)