Tugas aparat kepolisian untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas. Caranya bermacam-macam. Termasuk dengan bermodalkan balok kayu. Itu digunakan untuk mengganjal ban kendaraan yang tidak kuat menaiki tanjakan. Mereka bertugas di antaranya di tanjakan Hargodumilah Patuk Gunungkidul dan tanjakan Cinomati di Pleret Bantul.

GUNAWAN – Gunungkidul/IWAN NURWANTO – Bantul

Tanjakan Hargodumilah, yang merupakan pintu masuk Gunungkidul di Jalan Wonosari merupakan salah satu tanjakan ekstrem di DIY. Apalagi kawasan itu sering dilewati kendaraan yang hendak berwisata ke wilayah Gunungkidul. Karena tidak kenal medan, tak jarang kendaraan roda empat akhirnya mogok. Tidak kuat menanjak.

Saat itulah, petugas dari tim ganjal ban akan berugas. Cara kerja tim ganjal ban, saat ada mobil yang mogok atau tidak kuat menanjak, personel gabungan menghentikan laju kendaraan lawan arah. Sementara tim ganjal ban segera menuju lokasi membawa ganjal dari balok kayu. Ganjal tersebut dimasukan di bagian belakang roda untuk menahan kendaraan agar tidak mundur.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady termasuk yang sering turun langsung mengganjal ban. Dia mengaku sering ‘turun gunung’ ikut mengganjal ban kendaraan tak kuat menanjak. Jika terjadi mogok, dia mengimbau kepada penumpang untuk segera turun, tentu setelah roda belakang mobil diganjal balok kayu.

“Alhamdulilah ikut senang bisa membantu masyarakat dan melancarkan arus lalu lintas, Pelayanan yang kita berikan bisa bermanfaat bagi orang lain, khususnya pengendara yg melewati Gunungkidul,” kata Ahmad Fuady , kamis (13/6).

Beberapa pengalaman menyentuh pun ditemui Fuadi. Di antaranya ucapan terimakasih yang tak hentinya diberikan dari setiap pemudik. Dia mengaku sempat kaget dan terharu, pada saat mobil pemudik yang lewat membuka jendela dan dua anak kecil yang ada di dalam mobil mengucapkan terimakasih.

“Ini menjadi penyemangat bagi kami aparat kepolisian dalam menjalankan tugas pengamanan,” ujarnya.

Kabid Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Nurwidiastuti menambahkan, para petugas kepolisian itu menjadi tukang ganjal dadakan. Siang dan malam, selama 24 jam, mereka melaksanakan tugas jaga tanpa mengenal lelah demi kelancaran lalu lintas.

Tugas tersebut sudah rutin mereka lakukan. Salah satunya untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. “Kendaraan mogok dapat menghambat laju kendaraan lain. Situasi ini sangat membahayakan kendaraan yang berada di belakang jika tidak segera ditangani,” ujarnya.

Tak jauh dari tanjakan Hargodumilah, di kawasan Pleret menuju arah Dlingo Bantul juga terdapat tanjakan yang ekstrem. Warga sekitar menyebutnya dengan tanjakan Cinomati.

Kapolsek Pleret AKP Sumanto menyebut, operasi pengamanan jalur Cinomati sebenarnya masuk dalam program Operasi Ketupat yang diselanggarkan mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2019 lalu. Lanjut dia, dalam operasi tersebut Polsek Pleret mengerahkan setidaknya 21 personel untuk pengamanan di jalur maut ini.

Sumanto menceritakan, dalam proses pengamanan jalur Cinomati ini, sering menemukan kasus kendaraan wisatawan yang kesulitan untuk menanjak. Personel kepolisian serta relawan bertugas sebagai tim ganjal.

“Jadi, tim ganjal bertugas untuk mengganjal ban mobil. Harapannya agar tidak mundur ke belakang, ketika diganjal ini kemudian ditanya apakah masih mampu naik atau tidak. Kalau seumpama tidak mampu, kami akan bantu dorong atau membantu mengemudikan kendaraannya,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja, Kamis (13/6).

Sumanto mengatakan selama Operasi Ketupat kemarin, pihaknya setidaknya bisa membantu sekitar 15-20 mobil perharinya. Para wisatawan ini biasanya kesulitan karena baru pertama kali melewati Cinomati, sehingga dirasa kurang siap menghadapi medan.

Selain mobil, lanjut Sumanto tak jarang pula membantu para pengedara roda dua. Kendaraan ini, biasanya tidak mampu melewati tanjakan dikarenakan beban yang berat karena berboncengan.

Dalam ketugasannya dalam penjagaan jalur Cinomati. Para personel dikerahkan mulai dari pagi hingga sore hari. Tapi apabila kunjungan sedang ramai tak jarang para polisi bisa bertugas hingga malam hari.

Sumanto juga mengaku sangat terbantu dengan para relawan yang berasal dari berbagai pihak, entah itu badan pemerintahan atau masyarakat sekitar. Menurut dia, para relawan ini sangat berperan penting untuk menjaga keamanan di jalur Cinomati.

“Kami (Polsek Pleret), tentunya dalam Operasi Ketupat kemarin tidak bekerja sendiri. Peran relawan dari SAR DIY Distrik Bantul, Dishub, BPBD, serta Ormas juga begitu penting,” ungkapnya. (pra/by)