SLEMAN – Dua objek wisata unggulan Sleman punya nasib berbeda saat libur Lebaran. Kunjungan ke Tebing Breksi meningkat. Sedangkan wisawatan yang berlibur dengan Jip Lava Tour Merapi stagnan.

Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi, Kholiq Widianto mengatakan, pada Rabu (5/6) tercatat 3.200 wisatawan di Tebing Breksi. Pada Kamis (6/6) ada 7.000 pengunjung. Sedangkan Jumat (7/6) tercatat 10.000 wisatawan. Dan Sabtu (8/6) ada 9.892 wisatawan.

“Dibanding Lebaran tahun lalu, ada peningkatan jumlah kunjungan. Wisatawan sudah berdatangan sejak sebelum Lebaran,” kata Kholiq (10/6).

Wisatawan yang berkunjung ke Tebing Breksi dikenai tarif masuk Rp 5.000 per orang. Tarif parkir Rp 2.000 untuk motor, Rp 5.000 mobil, dan Rp 25.000 bus.

“Kami ada wahana untuk berfoto yang merupakan usaha warga sekitar. Wisatawan dikenai tarif sukarela,” ujar Kholiq.

Meningkatnya jumlah kunjungan, membuat pihaknya melakukan antisipasi. Terutama untuk bus-bus besar jika parkir di Breksi penuh.

“Kami menyediakan lahan transit di sekitar jalan masuk ke Breksi. Pengunjung menggunakan shuttle bus ke Breksi. Kami terapkan situasional. Tergantung kondisi lapangan,” ucap Kholiq.

Pihaknya juga melakukan langkah pengamanan. Terutama di titik-titik jalan berbahaya dekat tebing. Menyiagakan personel untuk berjaga. “Diprediksi, Breksi masih ramai hingga minggu depan,” kata dia.

Sementara itu, kunjungan wisatawan pada wisata Jip Lava Tour Merapi tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan dibandingkan lebaran tahun lalu. “Kunjungan relatif stabil. Satu komunitas rata-rata narik tiga kali sehari,” kata Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat, Dardiri.

Dikatakan, di wilayah barat, terdapat 16 komunitas jip dengan 400 unit jip disiapkan. “Tarif ada kenaikan Rp 50.000 setiap paket,” ucap dia.

Penyebab kunjungan stabil adalah liburan yang tidak panjang. Bukan karena status Gunung Merapi. “Status Merapi waspada,” kata Dardiri.

Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan objek wisata sekitar Gunung Merapi aman dikunjungi. Asal mematuhi jarak rekomendasi aman tiga kilometer dari puncak. (har/iwa/zl)