JOGJA- Sheilla Windy Komara, mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Terannisa Nabila Balqis mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menjadi yang terbaik di ajang ‘Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 yang diadakan Djarum Foundation.

Sheilla Windy Komara menjuarai kategori ilmu pengetahuan dan teknologi (eksakta) dengan karya berjudul “Implementasi Farmakogenomik Melalui Pengembangan U-PGx GIMS di Indonesia”. Sedangkan Terannisa Nabila Balqis menjuarai kategori humaniora, budaya, dan ilmu sosial (non-eksakta) dengan karya berjudul ‘Sampahqu: Aplikasi Bank Sampah Beserta Layanan Ojek Sampah (Pengambilan Tabungan Sampah di Rumah Tangga) dengan Sistem Online Database Demi Terwujudnya Indonesia Bebas Sampah’.

Pengumuman pemenang disampaikan dewan juri yang diketuai

Prof Ir Jamasri PhD usai final nasional ‘Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019’ di Eastparc Hotel  Jogjakarta, Rabu malam (22/5). Selain Prof Jamasri, dewan juri beranggotakan Indra Biqwanto (Co-Founder Opini.id) dan Uni Lubis (Pemimpin Redaksi IDN Times).

Juara 2 dan 3 kategori eksakta diraih Patricia Samantha Puteri dari ITB dan Astika dari Universitas Andalas (Unand) Padang. Sedangkan juara 2 dan 3 kategori non- eksakta diraih Widya Wijaya Kusuma Putri (Universitas Surabaya) dan Lidya Ametha Karina (Universitas Sumatera Utara).

“Juara 1 berhak atas hadiah Rp20 juta, juara 2 Rp15 juta, serta juara 3 Rp10 juta,’’ kata Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Adrian Hadinata. Final yang digelar di Jogjakarta ini berlangsung 21-22 Mei, diikuti 16 Beswan Djarum yang terpilih pada kompetisi tahap pertama atau tahap regional dari empat wilayah yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Adrian Hadinata mengatakan writing competition merupakan kelanjutan dari pembekalan keterampilan lunak (soft skills) yang diberikan kepada Beswan Djarum, seperti character building dan leadership development.

Setelah soft skills, writing competition merupakan ajang bagi Beswan Djarum untuk menunjukkan pemikiran kritisnya terhadap permasalahan bangsa dan memberikan gagasan orisinal berdasarkan keilmuan yang ditekuninya. “Writing Competition Beswan Djarum itu terbuka bagi 465 mahasiswa penerima program Djarum Beasiswa Plus 2018/2019 yang tersebar di puluhan perguruan tinggi ternama di Indonesia,” kata Adrian.

Uni Lubis menilai pada umumnya karya yang digagas bervariasi dan visioner. Selain itu para peserta memiliki percaya diri yang tinggi saat presentasi. “Selama saya menjadi juri lomba penulisan baru kali ini para peserta diminta presentasi gagasannya. (*/din/zl).