SEBAGAI salah satu perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mempunyai tanggung jawab yang besar untuk terus meningkatkan kualitas diri. Termasuk kewajiban tenaga pengajar untuk meningkatkan kompetensinya.

“UNY menghendaki dan menargetkan semua dosen bergelar S2 segera menempuh studi doktoral,” ujar Rektor UNY Sutrisna Wibawa dalam sambutan upacara Dies Natalis Ke-55 UNY, Selasa (21/5). Sutrisna pun mengimbau para dosen bisa mencari beasiswa dan peluang belajar di luar negeri untuk menempuh studi doktoral.

Saat ini jumlah dosen PNS dan CPNS UNY sebanyak 935 orang, dengan jenjang pendidikan 586 orang dosen S2 (62,7 persen), 349 orang dosen S3 (37,3 persen). Kemudian 220 orang dosen dengan jenjang S2 yang sedang tugas belajar dan izin belajar jenjang S3.

“Pencapaian ini naik dengan pesat dari sebelumnya hanya ada 28 persen dosen S3 di UNY di tahun 2017,” tambahnya. Sutrisna mengatakan, di usia yang cukup matang ini UNY juga ingin menunjukkan kelayakannya di kancah internasional dengan mewujudkan UNY sebagai World Class University.

UNY pun berusaha menjadi kampus yang memimpin dengan berbagai inovasi yang dilahirkan dan bersinergi dengan revolusi industri 4.0 untuk menghasilkan nilai seperti yang diharapkan terwujud dalam masyarakat 5.0.

Inovasi-­inovasi ini tampak dalam capaian karya ilmiah, HAKI, maupun produk inovasi yang dihasilkan sivitas akademika. Pada Mei 2019 misalnya, UNY berhasil merilis 25.165 dokumen di google. Artikel­-artikel itu menghadirkan inspirasi dengan 117.140 sitasi. Sedangkan di Scopus, sebanyak 782 dokumen dari sivitas akademika UNY melahirkan sitasi sebanyak 3.343.

Sampai Mei 2019 tercatat ada 547 HAKI yang diperoleh UNY, 54 produk inovasi dengan kesiapterapan tinggi juga telah dimanfaatkan masyarakat secara nyata.

Kemampuan UNY dalam menghasilkan produk­-produk konkrit ini, hadir dari keberhasilan merintis prototipe R&D dan 11 industri pada tahun 2018, melonjak 310 persen dan 550 persen dibandingkan target capaian dan angka di tahun sebelumnya.

Bagai gayung bersambut dengan capaian di bidang akademik itu, mahasiswa UNY pun tak kalah dalam menunjukkan prestasinya. Seperti Lintang Robbani, berhasil meraih Medali Emas Presentasi dan Poster dengan Aplikasi Anti Bullying “Konselorku” dalam ajang PIMNAS ke­-31.

Di tingkat internasional, Tim Garuda UNY meraih prestasi untuk 3 kategori, yakni urban gasoline, penghargaan safety award, dan juara 3 Driver World Champion. Dalam ajang Asia Eco Shell Marathon tahun 2019 yang digelar di Malaysia, tim ini juga berhasil memecahkan rekor hemat energi tingkat Asia dan dunia dalam kategori urban gasoline dengan capaian 383 km/liter.

Penghargaan internasional kedua dalam ajang International Student Car Competition di Korea mendapatkan penghargaan “Best of The Best Hybrid Car”. Penghargaan internasional ketiga adalah pada ajang Student Formula Jepan di Ecopa Sizuka Jepang dengan memperbaiki posisi, capaian overall position 18 dari 105 peserta, dan 165 dari 555 tim mobil dunia. (sce/ita/laz/er)