SLEMAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman kewalahan memenuhi permintaan masyarakat. Yakni terkait penanganan pohon perindang jalan. Disebabkan jumlah alat dan personel belum ideal.

Kepala DLH Sleman, Dwi Anta Sudibya menjelaskan, permintaan masyarakat yang masuk untuk melakukan pemotongan dahan pohon sangat banyak. Bahkan menumpuk. Namun, pihaknya belum bisa mengakomodasi seluruh permintaan itu.

“Permintaan untuk memotong dahan pohon yang masuk ke badan jalan dan membahayakan pengendara itu banyak. Tapi kami belum sempat. Bahkan yang di depan kampus UPN itu juga belum kami pangkas,” kata Dibya, sapaan Dwi Anta Sudibya , Rabu(22/5).

Lamanya proses pemangkasan itu lantaran jumlah alat belum memadai. Pihaknya hanya punya satu sky lift. Sehingga, untuk bisa merapikan dan memangkas dahan pohon di seluruh Sleman butuh waktu lama.

“Memang alatnya (sku lift) hanya satu. Tahun 2019 ini harus menambah satu alat lagi,” kata Dibya.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya masyarakat tidak harus menunggu DLH untuk bisa memangkas dahan pohon tersebut. Sepanjang yang dipangkas hanya bagian ranting atau dahan yang sudah menjorok ke badan jalan atau yang terlalu rendah.

Namun, untuk memangkas dahan ada aturannya. Yaitu memangkas dahan atau ranting yang terdapat pada batang di ketinggian kurang dari lima meter. “Ketinggian dahan pohon yang aman walaupun melintang jalan itu minimal lima meter,” ujar Dibya.

Kasi Pengelolaan Taman dan RTH, DLH Sleman, Muhammad Yidin mengatakan, masih banyak pohon ditanam persis di pinggir jalan. Seiring waktu, pohon itu besar dan memakan badan jalan.

“Memang masih ada (pohon yang memakan badan jalan). Contohnya di Seturan atau Ringroad,” kata Yidin.

Pihaknya masih mempertimbangkan eksistensi pohon tersebut. Jika tidak terlalu berdampak pada lalu lintas, akan dipertahankan. “Pohon sebagai perindang jalan. Jika tidak mepet dan menjorok ke jalan, dipertahankan. Tapi kalau sudah terlalu menjorok, ditebang,” kata Yidin.

Dia mengimbau masyarakat jika menemukan pohon yang mengganggu lalu lintas melapor ke DLH Sleman. Selanjutnya akan ditindaklanjuti. “Silakan melapor. Nanti segera kami tangani,” janji Yidin. (har/iwa/fj)