GUNUNGKIDUL – Operasi penegakan Perda DIJ Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penjaminan Mutu dan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan di Gunungkidul menjaring beras ilegal. Ratusan kilogram (kg) beras tidak mengantongi izin edar dijual bebas di toko modern.

Operasi yang melibatkan Satpol PP dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ ini menyasar tiga toko modern di wilayah Patuk dan Wonosari.

”Dari 3 toserba tersebut, ada yang menjual seluruh produk beras tanpa izin edar. Kalau di sini (toko modern di Ledoksari, Wonosari, Red) ada 8 item produk beras tanpa disertai izin edar,” jelas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ Sumarsono di sela operasi Senin (20/5).

Dengan detail, Sumarsono merinci, petugas menemukan 197 kemasan beras ilegal saat menggelar operasi di toko modern di wilayah Wonosari. Beratnya mencapai 390 kg.

Atas temuan ini, Sumarsono meminta pemilik toko menarik semua produk beras yang belum memiliki izin edar.

”Jika 15 hari belum bisa menunjukan sertifikat izin edar atau minimal fotokopinya akan kami beri peringatan pertama. Akan kami pantau intensif,” tegasnya.

Di tempat yang sama, PPNS Satpol PP DIJ Murwantinah menegaskan, tim gabungan akan menggencarkan operasi serupa di kabupaten/kota di DIJ. Sebab, kasus serupa bisa terjadi di wilayah lain.

”Bantul, Sleman, Kota Jogja, Kulonprogo belum dilakukan operasi,” katanya. (gun/zam/zl)