SLEMAN-Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada PSS Sleman. Ini merupakan buntut kericuhan yang terjadi dalam laga pembuka Liga 1, menghadapi Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5) lalu.

CEO PT Putra Sleman Sembada Viola Kurniawati mengatakan, hukuman ini merupakan pembelajaran bagi PSS Sleman untuk menjadi lebih baik.”Kemenangan yang diraih di awal laga terasa kurang dengan adanya kerusuhan ini,’’ kata Viola, kemarin (20/5).

Menurutnya, tim berjuluk Super Elang Jawa (Elja) itu menghormati keputusan Komdis dan tidak akan mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan. Hukuman ini menjadi pembelajaran bagi semua.”Mudah-mudahan ini membuat kami semua menjadi lebih dewasa,” jelasnya.

Sanksi untuk PSS Sleman adalah denda Rp 150 juta. Jenis pelanggarannya, suporter PSS terbukti menyalakan flare, kembang api, petasan dan terlibat saling lempar dengan suporter Arema FC.

Sedangkan sanksi untuk panitia pelaksana PSS Sleman berupa  penutupan sebagian stadion pada tribun selatan sebanyak empat kali dan denda Rp  50 juta. Panpel PSS Sleman dinilai gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pemain, ofisial, perangkat pertandingan, dan penonton.

Hukuman denda Rp 75 juta diberikan kepada Arema FC. Jenis pelanggarannya suporter Arema FC terlibat saling lempar dengan suporter PSS Sleman. Sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.

Ketua Panpel PSS Sleman Tri Mulyanta menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendata kerusakan yang terjadi di Stadion Maguwoharjo atas insiden itu. Selain puluhan orang luka-luka, sedikitnya 40 kendaraan rusak, lima  di antaranya bus, sisanya mobil pribadi.”Rata rata rusaknya kaca pecah dan body ringsek,” jelasnya.

Sanksi dari Komdis PSSI ini mendapat respons dari salah satu penggawa PSS Sleman Yevhen Bokhashvili. Dia mengaku tetap bersyukur. Sebab, tim asuhan Seto Nurdiyantoro masih bisa didampingi suporter kala menjamu Semen Padang, Jumat (25/5) mendatang. Meskipun ada sebagian tribun yang harus dikosongkan. “Saya bersyukur PSS tidak harus menjalani laga tanpa penonton,” katanya kepada Radar Jogja di Lapangan UNY, kemarin (20/5).

Yevhen juga berpesan agar semua pihak terutama para suporter agar lebih bisa menahan diri. Menurutnya, jika kerusuhan serupa terjadi lagi bukan hanya PSS yang akan menerima getahnya tapi para suporter juga tak bisa menonton langsung.

Mengani para korban luka yang disebabkan kerusuhan pada tengah pekan lalu tersebut Yevhen berharap mereka segera diberi kesembuhan. “Mereka bisa sehat lagi, dan bisa kembali nonton di stadion dengan nyaman,” tandas pemain asal Ukraina tersebut. (cr12/din/rg/fj)