JOGJA – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2019 ini, sekitar 300 elemen masyarakat yang tergabung dalam Kawula Ngayogyakarta Hadiningrat (KNH) menggelar prosesi Tudung Larung Sengkuni dari Jogja Senin (20/5). Mereka melarung wayang bentuk Sengkuni ke Kali Code.

Prosesi Tudung Larung ini diawali dari Tugu Jogja, sebagai simbol persatuan, perdamaian, kesejukan, dan gotong royong. Kemudian diarak dengan kirab untuk kemudian dilarung ke Kali Code.

Koordinator lapangan aksi, Agus Becak Sunandar menjelaskan, makna prosesi ini adalah untuk membuang sifat-sifat sengkuni. Yang diartikan sebagai sifat kelicikan,  suka memfitnah atau mencelakakan orang lain, dan sifat jahat lainnya sehingga kembali mensucikan sifat-sifat jahat tersebut, “Sifat-sifat ini yang selalu ada dalam diri manusia, ” tuturnya.

Pada dasarnya kata Agus, Sengkuni merupakan tokoh pewayangan yang cerdas dan pandai berbicara. Namun karena disalahgunakan yang tak semestinya maka menjadi sifat-sifat jahat. Menurut dia, prosesi ini untuk melarung semua sifat jahat tersebut yang ada dalam diri manusia. “Supaya negeri ini terus dalam kedamaian dan kesejukan,” harapnya.

Acara ini digelar, kata, karena berangkat dari rasa keprihatinan. Karena akhir-akhir ini semangat kebangsaan dan rasa nasionalisme setiap orang mulai terkikis oleh kepentingan politik sesaat. Mulai dari adanya berita hoaks dan berbagai fitnah dari kelompok yang tidak bertanggungjawab. “Jadi ini untuk mengunggah kembali semangat nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara,” katanya. (cr15/pra/er)