JOGJA – Bisnis Rosalia Febrianty ini berawal dari ide sederhana. Dia ingin memberi bingkisan pada temannya saat ujian skripsi. Tapi, saat ini kreasi snack bouquet miliknya justru menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Perempuan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini, kini sangat disibukkan dengan berbagai order snack bouquet bisnisnya.

Rosalia mengungkapkan, bisnis yang dia mulai sejak 2017 ini berawal dari kerisauannya untuk membeli bingkisan untuk teman. Keterbatasan uang yang dimiliki karena masih bersumber dari uang jajan pribadi, justru menuntut dia untuk berkreasi menciptakan bingkisan.

Berbekal coklat yang dibeli dari supermarket dan beberapa bahan seperti lem, gunting, dan kertas khusus. Terciptalah coklat bouquet hasil kreasi pribadi untuk temannya. Tidak disangka, teman- temannya suka dan banyak yang minta untuk dibuatin bouquet yang sama. “Awalnya tidak ambil untung. Karena sekalian bikin untuk teman-teman,” ungkap Rosa saat ditemui di tokonya belum lama ini.

Menurutnya, pada awalnya tidak ada niat untuk jualan. Namun semakin hari semakin banyak teman-temanya yang minta dibuatkan bouquet. Akhirnya dia memutuskan untuk menjual bouquet hasil kreasinya.

Tidak lama setelah lulus, Rosa dan temannya bernama Tommy, memberanikan diri untuk membuka bisnis snack bouquet ini secara online. Menerapkan sistem made by order dengan pengiriman cash on delivery (COD) bisnis ini dia rintis bersama dari bawah. Mengandalkan teknik marketing di sosial media, peminat snack bouquet ini semakin meningkat, terutama di kalangan mahasiswa.

Bagi Rosa, tidak mudah menjalankan bisnis online dengan sistem COD. Terkadang customer yang tidak on time membuatnya menunggu lebih lama.“Aku biasanya COD di depan Fakultas Ekonomi (FE) UII. Terkadang customer janjian jam 09.00. Namun datangnya jam 10.00,” ucapnya.

Namun semua itu dia anggap sebagai risiko merintis bisnis. Semua yang dia lakukan bersama temannya berbuah sukses. Omzet yang dihasilkan menembus Rp 40 juta sampai Rp50 juta per bulan. Inovasi pun dia lakukan untuk customer. Tidak hanya menjual snack bouquet. Kini, kreasinya berkembang ke flowers bouquet, hot air ballons, dan pernik-pernik kado lainnya. Bahkan ada produk iconic yaitu snack bouquet raksasa.“Itu inovasi kami, awalnya snack. Terus banyak yang minta bunga palsu dan pernik lainnya,” ungkapnya.

Banyaknya pesanan membuat Rosa harus perpikir tempat produksi. Pada awalnya semua proses pembuatan dilakukan di rumahnya. Namun pesanan semakin meningkat dan tidak mungkin dilakukan di rumah. Akhirnya Rosa memilih untuk membuka toko kecil sebagai cara untuk mempermudah proses produksi.

Toko bernama Ross Bucket yang beralamat di Jalan Prawirokuat (selatan FE UII), Condong Catur, Sleman ini juga sebagai tempat mempermudah customer dalam pengambilan pesanan. Range harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp35 ribu sampai Rp 600 ribu.”Untuk yang raksasa itu Rp 600 ribu. Tapi kalau customer mau harga lebih kita layani. Itu juga sesuai dengan barang (snack) yang di inginkan”, ungkapnya.

Walaupun sudah merengkuh kesuksesan, terkadang dari hasil bouquet yang terjual, Rosa tidak mendapat untung sama sekali. Itu terjadi karena mahalnya ongkos kirim melalui ojek atau taksi online. Hal itu belum dengan pernah ada kejadian salah kirim dan complain dari customer. “Semua itu risiko bisnis. Yang terpenting kepuasan dan pelayanan kami kepada customer,” tegasnya. (cr13/din)