JOGJA – Sukses kini diraih Murtajim. Sukses ini berawal dari hobi mendesain sewaktu masih kuliah. Dari kreativitasnya itu, dia kini bisa menghasilkan belasan juta per bulan. Banyaknya universitas ternama dan mahasiswa di Jogja, menjadi alasannya membuka usahanya ini.

Melalui Tiga Belas Vector, brand yang dia miliki, Mutarjim bersama istrinya dan dibantu oleh beberapa karyawan dapat menghasilkan berbagai produk. Gambar vector wajah, mug, pop up kolase foto, produk greeting, dan berbagai produk kreatif lainnya.

Menariknya, semua berawal dari kenekatan Mutarjim untuk berusaha yang menghasilkan dengan kemampuan yang dimiliki. Dimulai dari persaingan produk vector wajah, Mutarjim mencoba menarik konsumen dengan menawarkan dengan harga lebih murah. ”Awalnya yang lain harga Rp 50 ribu. Saya bisa Rp 40 ribu per dua wajah,” ungkap Mutarjim.

Pada 2016, sebelum mempunyai toko, sistem cash on delivery (COD) diterapkan Mutarjim dalam merintis usahanya. Layanan antar gratis dulu juga dilakukan bagi pemesan yang berada wilayah Jogja. Hal itu dia lakukan untuk menggaet konsumen. Dengan metode seperti itu, bisnis Mutarjim mulai dikenal konsumen.

Sistem pemasaran secara online dipilih Mutarjim karena bisa menjangkau konsumen secara lebih luas. Produknya pun sudah merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Konsumen bisa memesan produk melalui sosial media maupun e-commerce.

Berawal dari lukis wajah secara vector, bisnisnya pun berkembang ke unit kreatif lainnya. Mulai dari produksi mug, pop up kolase foto, jam keramik, sampai ke dekorasi untuk acara tertentu. “Tuntutan pasar membuat berkembang. Kalau saya menjual satu produk saja pastinya tidak akan berkembang”, tambah Mutarjim.

Gambar vektor wajah menjadi produk yang paling diminati konsumen. Rata-rata per hari bisa dua atau tiga pemesan. Mutarjim mematok harga Rp 90 ribu untuk gambar vector dua wajah beserta frame nya. “Tidak ada range harga. Gambar vector dua wajah patokannya Rp 90 ribu,” tambah Mutarjim.

Dari semua kenekatan itu, omzet yang dimiliki pun sangat menjanjikan. Belasan juta dapat diraih Mutarjim dan timnya untuk usaha kado berbasis ide kreatif ini. “Paling tidak omzet di kisaran Rp 12 juta sampai Rp 13 juta perbula,’’ tambah Mutarjim.

Permintaan konsumen yang beragam tentunya sering didapat Mutarjim dalam bisnisnya. Tidak jarang permintaan konsumen tersebut justru memberi ide dalam pengembangan usahanya. Mutarjim menganggap permintaan konsumen yang beragam, justru menjadi tantangan tersendiri baginya untuk kepuasan konsumen. Bekerja di industri kreatif tentunya banyak tantangan. Tapi dia berprinsip bagaimana client bisa puas dengan hasil yang diperoleh. Tantangan itu inovasi, kalau permintaan konsumen banyak dan hasilnya bagus. “Itu bisa saya terapkan di produk berikutnya,” jelasnya. (cr13/din)