SLEMAN – Penyelidikan insiden kericuhan di laga perdana Liga Indonesia yang mempertamukan PSS Sleman dan Arema FC di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Rabu (15/5) terus bergulir. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman Tri Mulyanto menyebut adanya provokator dalam insiden tersebut. Alasannya, sejauh ini hubungan suporter kedua tim tersebut terjalin cukup harmonis. Mulyanto mengenang laga PSS Sleman vs Arema FC pada 2015. Saat itu pertandingan berjalan kondusif meskipun PSS dipaksa tunduk dari Arema di kandang sendiri.

Mbah Mul, sapaannya, mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Selain kronologinya, Mbah Mul juga melaporkan faktor utama pemicu kericuhan dalam pertandingan tersebut. ”Kami laporkan keseluruhan terkait insiden kericuhan,” katanya, Jumat (17/5).

Mbah Mul tak menyebut secara eksplisit siapa provokator yang dimaksud. Dia menyerahkan penyelidikan sepenuhnya kepada polisi. Harapannya, bukti-bukti keberadaan provokator yang dimaksud bisa menjadi bahan pertimbangan PSSI dalam memutuskan sanksi. ”Ada yang sudah diamankan polisi,” katanya. “Semoga semuanya semakin terang dan segera diungkap pemicu kericuhannya,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, laga pembuka kompetisi Shopee Liga 1 2019 tercoreng akibat kericuhan di dalam stadion. Akibatnya laga yang mempertemukan jawara Liga 2 2018 dan juara Piala Presiden 2019 itu sempat dihentikan sekitar 30 menit.

Kiricuhan terjadi setelah pemain Arema FC Sylvano Comvalius mencetak gol penyeimbang di menit ke-29.

Aksi saling lempar terjadi dari berbagai sisi tribun. Ketika itu suporter Arema FC ditempatkan di tribun barat yang menyatu dengan tribun VIP dan VVIP tempat sejumlah tamu undangan.

Puluhan penonton terluka akibat terkena lemparan serpihan keramik. Sumber Radar Jogja menyebutkan, sebagian suporter sengaja memecah dan mencungkil keramik tribun untuk bahan lemparan. Saat itu beberapa tokoh mencoba menenangkan para suporter melalui pengeras suara. Di awali Kapten Arema FC Hamka Hamzah. “Aremania, kalian ini tamu. Bersikaplah dengan sopan,” teriaknya. Bupati Sleman Sri Purnomo pun turun ke lapangan untuk memberi imbauan para suporter supaya menjaga kondusivitas.

Setelah suasana kembali normal, pertandingan dimulai lagi. Super Elang Jawa berhasil menekuk Arema FC dengan tiga gol yang dicetak Brian Ferreira, Yevyen Bokhasvili, dan Rangga Muslim. Pertandingan berakhir dengan skor 3-1.

Sekjen PSSI Ratu Tisha menyatakan, setiap laporan yang diterima atas insiden tersebut akan diteruskan ke PSSI untuk dibahas lebih lanjut. Dia berharap aparat hukum mengusut tuntas biang kericuhan dalam pertandingan itu. Agar di kemudian hari tak terjadi lagi insiden serupa di kompetisi Liga Indonesia. (bhn/din/yog)