JOGJA – Proyek pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) Plaza Ambarrukmo (Amplaz) memasuki tahap baru. Tiang penyangga dan struktur kerangka bangunan mulai didirikan. Ditargetkan JPO ini bisa dilalui pejalan kaki mulai Agustus mendatang.
General Manager Plaza Ambarrukmo, Surya Ananta mengatakan, pembangunan ini merupakan salah satu rangkaian dari upgrading Amplaz. Tujuannya untuk memberikan fasilitas tambahan kepada masyarakat, agar tak lagi menyeberang dengan asal- asalan, sekaligus mengurangi kecelakaan.
“Ini adalah komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi pengujung, dan masyarakat sekitar. JPO ini nantinya akan terkoneksi dengan Grand Ambarrukmo di sisi Selatan, dan dibangun dalam bentuk letter S,” ujarnya saat buka puasa bersama, beberapa waktu lalu.
Bagi Jogjakarta, JPO ini merupakan JPO pertama setelah 25 tahun JPO pertama yang ada di Jalan Solo. Dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, JPO sepanjang 43 meter dengan tinggi 4 keter dan lebar 3 meter ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan saat penyeberang jalan.

Secara keseluruhan, jarak antara titik tengah dengan Amplaz adalah 7 meter, sedangkan panjang dari timur ke barat adalah 26 meter, titik tengah ke Grand Ambarrukmo 7 meter.
“Saat ini progres pembangunan JPO telah mencapai 25 persen. Sebentar lagi, kira- kira Agustus,, JPO ini akan rampung dan bisa langsung beroperasi,” kata Nanan.
Tak sekadar jembatan penyeberangan, JPO Amplaz dilengkapi dengan lift dan tangga putar yang masing- masing terletak di area Drop Off Amplaz dan halaman Grand Ambarrukmo. Nanan menyebutkan, keberadaan lift sebagai akses tambahan bagi penyandang disabilitas.
“JPO ini kami buat dengan sangat matang, karena bisa digunakan untuk siapa saja, termasuk penyandang disabilitas yang dapat memanfaatkan lift sebagai pintu masuknya,” tuturnya. (sce/met/jko)