SLEMAN – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X menaruh harapan besar atas kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA). Dia berharap keberadaan bandara baru di Kulonprogo itu bisa menjadikan seluruh daerah di DIJ maju dan berkembang bersama.

Karena itu, di sela upacara peringatan HUT ke-103 Kabupaten Sleman, Rabu (15/5) HB X meminta Pemkab Sleman segera merespons kehadiran YIA sebagai sebuah peluang untuk mendongkrak pembangunan daerah.Terutama dalam penyiapan sarana yang memadai bagi para wisatawan atau pendatang di DIJ. Agar pola pandang wisatawan berubah dan melihat wilayah Jogjakarta sebagai bagian yang dominan. “Jangan melihat Jogja dari Borobudur. Tapi melihat Borobudur dari Jogja,” ungkapnya.

Selain itu, HB X memandang, sejauh ini Sleman menjadi kabupaten di DIJ dengan banyak torehan prestasi. Dia berharap jajaran Pemkab Sleman ke depan bukan hanya mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih. Tapi bisa meningkatkannya.

Dalam kesempatan itu HBX juga sedikit menyinggung perhelatan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 yang mendatangkan wajah-wajah baru di parlemen Sleman.

Melihat dinamika Sleman saat ini HB X mengimbau seluruh anggota dewan periode 2019-2024 siap menghadapi tantangan zaman. “Terutama dengan adanya wajah baru di dewan. Semoga aspirasi dari masyarakat bisa terserap,” harapnya.

Selain itu HB X mengajak seluruh warga DIJ kembali mengamalkan Pancasila. Agar dinamika pasca pemilu, terutama setelah penetapan hasil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jogjakarta tetap damai, aman, dan nyaman. Tanpa ada masyarakat yang berindak jauh dari nilai-nilai Pancasila.

Menanggapi pernyataan gubernur, Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan, peringatan HUT ke-103 Kabupaten Sleman menjadi momentum untuk evaluasi bersama. Khususnya roda pemerintahan setahun belakangan ini. Evaluasi penting guna menghadapi tantangan ke depan menuju era industri 4.0. “Kami berupaya terus meningkatkan partisipasi masyarakat menuju Sleman yang berdaya saing dan mandiri,” ujarnya.

Lebih dari itu Sri Purnomo mengajak seluruh masyarakat Sleman agar mau bersatu. Untuk mewujudkan Sleman yang lebih maju. Untuk menuntaskan segala “pekerjaan rumah” yang membutuhkan penyelesaian. Seperti pengentasan kemiskinan, penguatan sumber daya manusia, hingga masalah pengangguran, pendidikan, dan kesehatan.

Sri Purnomo juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kondusivitas pasca pemilu. Dia meminta seluruh warga Sleman tetap rukun, meski beda pilihan dalam pemilu. “Siapa yang kalah agar menerima. Karena pemilu sudah selesai. Sekarang mari bersama-sama memajukan Sleman,” tuturnya.

Adapun acara puncak peringatan HUT ke-103 Kabupaten Sleman dihadiri ribuan warga. Mereka berduyun-duyun mendatangi Lapangan Denggung, Tridadi kemarin sore. Warga memadati area pinggir seputar lapangan untuk menyaksikan serangkaian acara.

Hujan yang sempat turun tak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk tetap berada di lapangan hingga acara selesai. Pun demikian para peserta upacara. Puasa tak menyurutkan semkangat mereka.

Warga mulai memadati Lapangan Denggung sejak pukul 14.45. Tepat saat bregada kirab dari Ambarrukmo tiba di lokasi upacara. Bregada ini menjadi simbol perpindahan pusat pemerintahan Sleman dari kawasan Ambarrukmo ke Tridadi puluhan tahun silam.

Bregada Ambarrukmo dipertemukan dengan bregada Pemkab Sleman yang mengusung tombak Kyai Turun Sih. Inilah pusaka pemberian Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Pusaka berpamor beras wutah itu melambangkan kebijaksanaan, kemurahan hati, dan semangat juang yang harus ditunjukkan setiap pemimpin Sleman kepada masyarakat. HB X sendiri hadir sebagai gubernur DIJ sekaligus menjadi inspektur upacara. Upacara dibuka dengan pertunjukan tarian kolosal. Dilanjutkan beragam pertunjukan seni budaya khas Jawa oleh perwakilan warga dari 17 kecamatan. (har/yog/rg)