BANTUL- Senin malam (13/5), halaman depan kantor PT PLN UP3, Banguntapan, Bantul penuh sesak. Ribuan jamaah dengan khusyuk mengikuti rangkaian Safari Ramadan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIJ.  Acara bertajuk Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng ini sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim.

Dalam ceramahnya, Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun mengajak seluruh peserta untuk terus mencari berkah rahmat Allah. Rahmat Allah yang ada di Indonesia melimpah ruah.”Kita harus terus mencari transformasinya sampai rahmat itu menjadi berkah,” ajaknya.

Menurutnya, negara, budaya, ide dan teknologi letaknya pada rahmat dan berkah. Menurut Cak Nun, rahmat Allah sudah pasti tidak pernah dikurangi. Dan Allah tidak pernah memilih kasih untuk memberikan rahmat-Nya.

Namun rahmat yang diterima manusia bisa menjadi tidak berkah.  Ada rahmat Allah yang jadi berkah. Ada yang menjadi berkah tapi setengahnya azab. “Atau bahkan sama sekali tidak menjadi berkah”, jelasnya.

Yang membuat rahmat menjadi tidak berkah adalah sistem yang tidak tepat. Kekuasaan yang tidak tepat, golongan yang tidak tepat, dan tak adanya harmoni antar manusia sehingga rahmat menjadi tak berkah.

Lalu kalau Anda bukan dilempar berkah melainkan dilempar kejahatan oleh Allah bagaimana? Anda tidak bisa menolaknya. Karena itu adalah dari Allah. Apabila dipukul kita dapat menangkis. Apabila ditendang kita bisa menghindar. “Lalu alau ada yang fitnah kamu bagaimana?” Tanya Cak Nun kepada jamaah.

Yang memrovokasi, memfitnah, mengompori, memanas-manasi hati manusia melalui media sosial dan lain-lain adalah jin dan manusia sesuai dengan ayat berbunyi minal jinnati wannas. Menurut Cak Nun yang berbuat provokatif dan menimbulkan kemudhorotan adalah jin dan manusia. Bukan setan.

Menurut Cak Nun, Allah akan memerintah malaikat untuk menunggangi kejahatan yang Allah lemparkan kepada manusia dan mengubahnya menjadi rizki begitu kejahatan sampai kepada orang yang dijahati.Maka tidak perlu terprovokasi.”Insya Allah kejahatan yang kita terima akan menjadi berkah,” terangnya. (cr16/din/by)