JOGJA – Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, jasa penukaran uang baru di pinggir jalan sudah bermunculan.Seperti biasanya di Jalan Panembahan Senopati, di seberang kantor perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ.

Meski belum seramai saat mendekati Lebaran. Dari pantaun Radar Jogja, Selasa (14/5), sudah ada lima jasa penukaran uang baru yang membuka lapaknya. Mereka menawarkan penukaran uang pecahan kecil (UPK). Dari pecahan Rp 20 ribu hingga Rp 1.000.

Salah seorang jasa penukaran uang, Fachtiana Devy mengaku, sudah sejak kamis lalu membuka lapak untuk penukaran uang. Dia membuka jasa penukaran uang mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00. “Tetapi jika sudah mendekati lebaran maka akan sampai malam hingga pukul 21.00,” ujarnya.

Meski sudah beberapa hari membuka jasa, namun belum banyak warga yang menukarkan uang. Rata-rata hanya sebatas bertanya. “Ya ini baru beberapa saja yang sudah buka, yang lain belum. Biasanya mulai buka dua minggu sebelum Lebaran. Nanti mulai ramai orang nuker uang ya seminggu sebelum Lebaran, puncaknya H-3 Lebaran,” jelasnya

Uang-uang kartal baru tersebut dibungkus rapi dengan plastik transparan. Terdapat tulisan jumlah lembar dan total uang dalam plastik tersebut. Jasa penukaran yang yang ditawarkan perempuan 24 tahun itu tidak cuma-cuma. Ada biaya tambahan setiap penukaran uang.

Besarannya pun berbeda-beda,tergantung hari penukaran. “Ada biayanya, sekitar 10 persen kalau sekarang, nanti kalau semakin dekat Lebaran tambah jadi 20 persen atau 25 persen,” katanya. Teknisnya, jika ada yang menukarkan uang sebesar Rp 1 juta, dikenai biaya tambahan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Dari mana dia mendapatkan uang baru tersebut? Devy menyebut uang tersebut didapat dari orang yang dipanggilnya ‘Bos’. Menurut dia, beberapa orang yang melayani jasa penukaran tersebut hanya berkerja menjaga jasa penukaran uang. “Biasanya nanti akan dikasih 2,5 persen dari hasil penjualan,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala KPBI DIJ Hilman Tisnawan sudah memperbanyak lokasi penukaran, perbankan hingga mobil layanan keliling untuk melayani penukaran uang. Dia mengimbau masyarakat tidak melakukan penukaran di pinggir jalan. “Tidak perlu menukar di pinggir jalan. Selain ada cost harga yang lebih mahal, kami juga tidak bisa menjamin itu uang asli atau palsu. Kalau di bank kami jamin uang asli 100 persen dan gratis,” katanya. (cr8/pra/by)