SLEMAN – Menjelang Idul Fitri, Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ giat menindak pelanggar lalu lintas. Salah satunya, menindak angkutan barang dan orang. Pengecekan transportasi umum diintensifkan.

Kasi Pengendalian Angkutan, Dishub DIJ, Sigit Wahyu Wibowo mengatakan, sasaran operasi adalah tonase, dimensi, dan kelengkapan berkendara. “Agar pengendara taat aturan,” kata Sigit di sela operasi di Lapangan Denggung, Selasa (14/5).

Saat operasi, Dishub dibantu kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIJ. Dalam operasi gabungan tersebut 142 kendaraan terjaring.

Sebanyak 14 kendaraan dikenai tilang dan sidang di tempat. Rinciannya, empat melebihi muatan, delapan KIR tidak berlaku, satu melebihi dimensi, dan satu trayek tidak sesuai.

Sesuai UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada tiga aspek yang menjadi sasaran utama. Administrasi kendaraan, teknis, dan laik jalan. “Yang melanggar ini rata-rata kelebihan muatan dan masa uji habis,” kata Sigit.

Kasi Tatib, Subdit Gakum, Ditlantas Polda DIJ AKP Subarkah mengatakan, operasi bukan hanya fokus pada pelanggaran angkutan barang. Mobil pribadi juga turut ditindak jika melanggar. “Rata-rata yang memakai mobil pribadi tidak mengenakan sabuk keselamatan,” kata Subarkah.

Pihaknya mengimbau pengendara mematuhi aturan. Demi keselamatan. “Terutama roda dua. Masih ada yang tidak memakai helm, melawan arus, tidak menyalakan lampu utama, tidak dilengkapi surat,” kata Subarkah.

Operasi Keselamatan Progo dilakukan 14 hari sejak 29 April 2019. Masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan pengemudi.

Kanit Dikyasa, Satlantas Polres Sleman, Ipda Gembong Widodo mengatakan, polisi melakukan penindakan tilang 1.248 dan teguran 3.225.

Sasaran operasi keselamatan yakni pengendara berponsel, tidak menggunakan safety belt, melawan arus, di bawah pengaruh mihol atau narkoba, di bawah umur, melebihi batas kecepatan dan menggunakan bahu jalan.

“Pelanggaran paling banyak, menerobos lampu merah,” kata Gembong.

Petugas fokus di daerah Maguwoharjo hingga bandara, UPN hingga Kentungan, dan Jombor sampai Denggung. Tiga lokasi tersebut padat lalu lintas dan rawan pelanggaran dan kecelakaan. (har/iwa/fj)