SLEMAN – Kompleks Candi Ijo terletak di puncak bukit kapur, wilayah Sambirejo, Prambanan, Sleman, Jogjakarta. Tidak seperti Candi Borobudur atau Prambanan yang besar dan tampak gagah, Candi Ijo ukurannya hanya kecil. Tapi candi ini tergolong unik, karena letaknya yang berada di dataran tinggi. Bahkan menjadi satu-satunya candi yang terletak di berbukitan paling tinggi.

Konon, terletak di ketinggian 375 dpl, Candi Ijo dinobatkan sebagai candi dengan lokasi tertinggi di wilayah Jogjakarta. Tak mengherankan, apabila Candi Ijo mampu menyuguhkan panorama perbukitan indah di sekelilingnya.

Candi bercorak Hindu ini, diperkirakan dibangun antara abad ke-10 sampai dengan ke-11. Kompleks Candi Ijo terdiri dari beberapa kelompok; Candi Induk, Candi Pengapit, dan Candi Perwara. Candi Induk yang sudah selesai dipugar, menghadap ke barat. Di hadapannya berjajar tiga candi yang lebih kecil ukurannya, diduga dibangun untuk memuja dewa Brahma, Wisnu, dan Syiwa.

Proses penamaan Candi Ijo didasarkan pada lokasi penemuannya, yakni bukit atau gumuk Ijo. Penyebutan nama Desa Ijo yang berarti hijau untuk pertama kalinya disebut dalam prasasti Pon yang berasal dari tahun 906 Masehi.

Keunikan lain kompleks Candi Ijo adalah bentuk kompleks percandian yang berteras-teras. Kompleks candi semakin meninggi ke belakang, yakni sisi timur dengan bagian belakang sebagai pusat percandian. Pola tersebut tidak ditemui pada kompleks candi di wilayah Prambanan atau lainnya.

Letak Candi Ijo yang berada di dataran tinggi, membuat angin sepoi-sepoi terus bertiup memanjakan para wisatawan. Pengelola candi juga memangkas rumput di sekitar candi dengan rapi, sehingga para wisatawan bisa bersantai di rerumputan sekitar candi. Tak heran apabila wisatawan menjadi betah berlama-lama di sana.

Candi Ijo juga menyediakan spot foto yang menarik, apalagi saat matahari terbenam. Hal tersebut diakui oleh wisatawan Candi Ijo, bernama Anom. “Saya hunting foto sunset di ini. Untuk kepentingan ini, dari tadi siang sudah stand by di sini, sambil liat foto-foto di instagram, yang memang bagus candinya,” kata Anom.

Hal yang hampir sama dikatakan Bambang, wisatawan asal Solo yang datang ke Candi Ijo bersama istri dan tiga orang anaknya. Bambang mengaku mampir ke Candi Ijo setelah mengunjungi Tebing Breksi yang lokasinya tidak jauh dari kompleks Candi Ijo.

“Tadi habis ke Breksi mampir sini, biar tidak rugi sudah jauh-jauh datang. Dan ternyata di sini tidak hanya bisa melihat Candi Ijo, tapi bisa menikmati pemandangan yang indah. Sungguh menakjubkan,” ujar Bambang. (cr16/jko/gp)