PURWOREJO – Sedikitnya 75 persen siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Batik Perbaik Purworejo telah diterima bekerja. Walaupun belum mendapatkan tanda kelulusan, mereka siap mengisi berbagai formasi pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Total siswa yang menyelesaikan pendidikan di SMK Batik tahun ini sebanyak 227 anak. Sebagian besar dari mereka sudah memiliki tempat bekerja,” kata Kepala SMK Batik Perbaik Purworejo Jatmiko dalam purnasiswa di aula Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Rabu (1/5).

Menurut Jatmiko, dari lima program studi yang ada di sekolahnya, anak yang sudah bekerja tersebar merata. Mereka bisa tertampung di dunia kerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di sekolah.

“Jadi kami banyak bekerjasama dengan perusahaan dari dalam maupun luar negeri. Mereka sudah lama bekerjasama dan membuka kesempatan kerja menjelang anak usai pendidikan,”  tambah Jatmiko.

Ia menambahkan, pihaknya memang berusaha memperbanyak kerja sama dengan perusahaan. Di sisi lain sekolah juga memiliki tantangan untuk terus meningkatkan kemampuan siswa sesuai bidang pendidikan yang ditekuni.

“Tidak sebatas keilmuan semata, namun apa yang sudah ditekuni anak itu kami poles sedemikian rupa sehingga mereka benar-benar siap untuk memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

Panitia purnasiswa Akhmad Mujahidin Tsani mengatakan, pelepasan siswa dibuat berbeda dengan tahun sebelumnya. Seremoni yang biasanya dilaksanakan di sekolah, kini dialihkan ke aula UMP.

Dari sekolah anak dikumpulkan dan berjalan kaki karena hanya berjarak kurang dari 200 meter. Perjalanan mereka diiringi tim kesenian sekolah, paskibra serta marching band.

“Sengaja kami kemas berbeda, agar ada kesan dalam setiap pelepasannya. Saat purnasiswa pun, ada pengalungan samir layaknya wisuda sarjana,” kata Tsani. (udi/laz/fj)