JOGJA – Apapun profesinya, mendapatkan akreditasi menjadi penting. Tak terkecuali bagi klinik swasta Indonesia yang tergabung dalam organisasi  ASKLIN DIY & Perklin (Perhimpunan Pengusaha Klinik Indonesia). Untuk bisa mendapatkan lisensi atau terakreditasi, salah satunya yang  harus dipersiapkan adalah  rekam medis.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ASKLIN DIY & Perklin menyelenggarakan pelatihan rekam medis bagi para anggotanya. Menurut Sekjen Perklin Pusat, Iwan Budhiharto, pelatihan rekam medis ini untuk memperlengkapi anggota Perklin dan ASKLIN DIY khususnya. “Pelatihan ini sekaligus untuk menyediakan, dan memfasilitasi anggota-anggota untuk siap akreditasi,” katanya.

Acara yang berlangsung di Jogja ini, merupakan satu dari sekian banyak acara yang serupa di seluruh Indonesia. Itu didasari oleh pentingnya pendokumentasian setiap layanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dalam bentuk rekam medis.

“Institusi sarana pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, baik swasta maupun pemerintah, menghadapi banyak masalah dalam mengelola data-data yang dibutuhkan guna mendukung pengambilan keputusan. Di sini lah pentingnya rekam medis,” ujarnya.

Dikatakan, hal penting yang dihadapi rumah sakit dan pemberi pelayanan kesehatan lainnya, yaitu diberlakukannya Standar Akreditasi. “Dalam akreditasi klinik terdapat banyak keterkaitan dengan rekam medis, baik sebagai dokumen maupun kebutuhan formulirnya,” tandasnya.

Pelatihan Rekam Medis ini berlangsung dua hari, dan diikuti oleh 40 peserta dari 35 klinik se-DIY. “Kegiatan ini adalah pelatihan bagi perekam medis di klinik, supaya mereka saat menulis rekam media tidak salah, informatif, dan bisa bersertifikat,” tambah Iwan.

Kegiatan ini berlangsung bekerja sama dengan PORMIKI, yakni asosiasi khusus di bidang rekam medis. Mereka yang lulus dari pelatihan ini, diharapkan mampu membuat rekam medis yang bisa dipertanggungjawabkan.

Ketua Asklin DIY, Ari Hermawan menambahkan, untuk tahun ini hingga tahun 2020, pihaknya menyiapkan akreditasi klinik, sebab klinik-klinik diwajibkan untuk diakreditasi, sesuai Peraturan Perundang-undangan.”Kami ingin bersaing, kami harus siap sebagi klinik yang bisa mejaga kualitas mutu,” katanya. (*/cr8/Jko/zl)