KULONPROGO – Menjelang operasional minimum Yogyakarta International Airport (YIA)  29 April mendatang, PT Angkasa Pura (AP) I menggelar tabel top exercise operation guna mengecek kesiapan simulasi pengoperasian YIA, Jumat (26/4). Uji coba dengan tujuan penyelenggaraan operasional bandara memahami arus kendaraan dan calon penumpang pengguna jasa pesawat di YIA.

PT AP I telah menjalin kerja sama dengan PT KAI untuk menunjuk beberapa stasiun pemberangkatan dan pemberhentian penumpang YIA. Di antaranya Stasiun Tugu, Maguwo (Adisutjipto Sleman), Lempuyangan Jogja untuk pemberangkatan. Sementara Stasiun Wates (Kulonprogo) dan Stasiun Wojo (Purworejo) untuk pemberhentian.

“Stasiun Tugu, Wates, dan Wojo sudah disiapkan fasilitas berikut ruang tunggu dengan kapasitas 100 orang. Ke depan juga akan dilengkapi fasilitas pendukung lainnya,” ucap Kepala Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto di sela Rail Clinic di Stasiun Sentolo, Selasa (23/4).

Menurutnya, di Stasiun Wates fasilitas ruang tunggu calon penumpang kereta bandara akan ditempatkan di bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai gudang. Lokasinya persis di sebelah barat stasiun. Gudang telah direnovasi dan dipoles sedemikian rupa untuk menyesuaikan kebutuhan kereta bandara.

“Saat YIA dioperasikan akhir April, bangunan itu dipastikan sudah siap difungsikan,” ujarnya. Dijelaskan, Daop 6 juga telah menjadwal keberangkatan kereta api sesuai jadwal keberangkatan pesawat di YIA. Jadwal itu memungkinkan kereta sudah sampai di stasiun tujuan maksimal dua hingga tiga jam sebelum pesawat take off. Dari Stasiun Tugu sampai Wojo, waktu tempuh kereta paling lama 45 menit.

“Jenis keretanya belum bisa kami sampaikan, tapi yang pasti ada jadwal khusus non-kereta reguler. Kami akan mengikuti simulasi moda transportasi penunjang YIA yang dilaksanakan Rabu hingga Jumat (26/4),” jelasnya.

Sementara itu, AP sudah mulai mengadakan tabel top exercise operation di kantor PP KSO, Temon, Selasa (23/4). Pihak-pihak yang terlibat di antaranya CIQ, BMKG, Airnav, perusahaan angkutan Damri, ShuttleQu, taksi, tenant serta sejumlah maskapai penerbangan termasuk Garuda Indonesia.

Vice President (VP) Operational Airport PT AP I Cecep Marga Sanjaya menegaskan, tabel top exercise operation dilakukan untuk melihat permasalahan, kemudian dievaluasi. Uji coba moda transportasi dimulai dari keberangkatan penumpang menggunakan bus, taksi, dan kendaraan pribadi dari sejumlah lokasi di Jogjakarta dan wilayah Jawa Tengah meliputi Kebumen dan Magelang.

“Kendaraan akan berangkat sekitar pukul 05.00. Diharapkan sebelum pukul 09.30 penumpang sudah sampai YIA, menyesuiakan jadwal keberangkatan pesawat di YIA yang mulai lepas landas pukul 10.15. Jika lewat dari itu maka akan kami evaluasi apa kendalanya,” tegasnya.

Sementara untuk uji coba kereta api dimulai pukul 05.00. Kereta berangkat dari Stasiun Tugu dan Stasiun Maguwo (Bandara Adisutjipto) Sleman dan berhenti di Stasiun Wates (Kulonprogo) atau Stasiun Wojo (Purworejo). Sampai di stasiun tujuan, penumpang akan diangkut menggunakan shuttle bus menuju bandara.

“Personel yang dilibatkan sekitar 300 orang. Saat simulasi 26 April, pesawat Garuda dari Jakarta akan mendarat di bandara. Penerbangan internaisonal pada operasional minimum YIA nanti, jumlah penumpang berkisar 500 sampai 600 orang per hari. Jumlah ini sama dengan rata-rata penumpang penerbangan internasional di Bandara Adisutjipto Jogjakarta,” ujarnya.

Pada bagian lain Cecep menyatakan, Sertifikat Bandar Udara (SBU) YIA sudah turun Selasa (23/4). Artinya, bandara dinyatakan sudah legal dan bisa beroperasi. Maskapai penerbangan yang akan menggunakan YIA dijamin keselamatan dan keamanannya.

“SBU menjamin keselamatan pendaratan di sini. Kendati demikian, SBU sifatnya temporer, sebab pembangunan YIA belum rampung seluruhnya. Kami akan kembali mengajukan SBU saat bandara mendekati pengoperasian secara penuh akhir tahun ini,” ucapnya.

Terkait keberadaan pasir dan debu yang sempat menjadi hazard dalam kegiatan Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) Senin (22/4), akan diantisipasi dengan cara menutup lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kedua material itu serta memindahkan ke tempat terbuka.  “Artinya potensi gangguan sudah kami minimalisasi,” ujarnya.

Pimpinan Proyek Pembangunan YIA dari PT AP I Taochid Purnama Hadi menambahkan, untuk minimum operasi di akhir April 2019, sisi airside dipastikan siap 100 persen. “Ruang gerak pekerja di area airside akan dibatasi. Jam kerja yang sebelumnya dimulai sejak pagi, akan diubah menjadi malam agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang,” katanya. (tom/laz/fj)