JOGJA – Seluruh instansi tengah berbenah menyambut Yogyakarta International Airport (YIA). Dinas Perhubungan DIJ bersama PT Angkasa Pura I akan menyiagakan 47 armada shuttle. Fungsinya menjadi kendaraan penghubung menuju kawasan bandara baru di Temon, Kulonprogo, itu.

Kepala Dishub DIJ Sigit Sapto Rahardjo menjelaskan, shuttle tersebar di seluruh wilayah Jogjakarta. Perencanaan awal berada di Terminal Wonosari, Terminal Giwangan, Terminal Jombor, Terminal Wates, kawasan Gamping, Sleman. Ada pula titik di Stasiun Tugu dan Stasiun Wojo, Purworejo.

“Kami siapkan bersama dengan Angkasa Pura. Nanti armadanya ada dari organda kami, Damri, Prikompau, dan komunitas lainnya. Kalau Dishub lebih cenderung ke menyediakan tempat,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (23/4).

Tidak hanya kendaraan besar berupa bus, ada pula armada lainnya. Seperti kendaraan mini bus, taksi hingga taksi premium. Seluruhnya tengah digodog secara matang bersama instansi penanggung jawab. Namun dia menjanjikan seluruhnya optimal saat YIA beroperasi.

Tidak hanya moda transportasi, Dishub DIJ juga tengah menyiapkan rekayasa jalan. Hal ini guna mengantisipasi penumpukan saat memasuki kawasan bandara. Selain itu juga agar rute bisa menyentuh ragam kearifan lokal di kawasan Kulonprogo.

“Sudah ada blueprint-nya hingga rekayasa jalan jika nantinya ada kepadatan lalulintas. Kami terus berkoordinasi dengan Ditlantas Polda DIJ untuk ranah ini,” ujar Sigit.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi memastikan, Kota Jogja siap menyambut YIA. Rangkaian persiapan telah dilakukan jauh hari. Tidak hanya memperkuat sektor internal, namun juga pemetaan karakter calon pengunjung YIA.

Menurut HP, karakter pengunjung YIA lebih berwarna. Ini karena adanya penerbangan langsung dari luar negeri. Tidak hanya dari negara-negara di Asia, tapi juga hingga benua Eropa dan Amerika. Pemetaan karakter bertujuan menarik minat sektor wisata.

Direct flight dari mancanegara ke Indonesia, khususnya ke Jogjakarta, adalah potensi besar. Pemetaan karakter untuk mengetahui selera dan yang dicari oleh penumpang dari mancanegara,” jelasnya.

Langkah terdekat adalah menyiapkan kampung wisata dan budaya. Tercatat hingga saat ini Kota Jogja memiliki 17-an kampung wisata. Jumlah ini masih ditambah dengan 11 kelurahan budaya. Seluruhnya memiliki potensi dan karakter yang berbeda.

Pendampingan dan penguatan akan terus dilakukan oleh Pemkot Jogja. Terutama untuk mengasah potensi dan karakter yang ada. HP optimistis kekuatan ini dapat menjadi daya tarik bagi penumpang mancanegara.

“Kekuatan Jogjakarta adalah natural dan kulturalnya. Nilai ekostik ini masih menjadi nilai tawar yang kuat. Pasti kami dorong agar terus berbenah. Ditambah lagi pengembangan UMKM, baik produksi maupun melalui pameran bersama,” kata mantan wartawan ini. (dwi/laz/fj)