BANTUL – Tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) berhasil dibekuk Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Bantul pada Selasa (16/4).

Ketiganya berasal dari Pangandaran Jawa Barat dan spesialis pembobol rumah kosong. Mereka ditangkap di kos-kosan di Jetis, Kota Jogja.

Ketiganya, Abdul Latief, 21; Adit, 21; dan MS, 16 tahuan. Masih ada satu lagi tersangka berinisial JK, 22 asal Pangandaran yang statusnya buron.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bantul, Rudy Prabowo mengatakan, para pelaku membobol rumah toko (ruko) alat jahit milik Purnomo warga Klangon, Argosari, Sedayu, Bantul pada tanggal 2 April 2019. Korban Purnomo merupakan pemilik usaha toko perlengkapan alat jahit.

Para pelaku melakukan aksinya dengan cara membobol pintu belakang rumah korban menggunakan obeng. Berhasil menggasak 12 gram emas, uang Rp 100.000 serta dua handphone merek Lenovo dan Nokia. Total kerugian Rp 12 juta.

Sebelum menjalankan aksinya, MS melakukan terlebih dahulu. Pelaku membeli barang di toko milik korban sebanyak dua kali, berupa gunting dan resleting.

“Setelah mengetahui kondisi rumah korban dan dirasa memiliki harta benda banyak, pelaku melakukan aksinya saat rumah ditinggal pergi ke masjid (Magrib),” ujar Rudy di Mapolres Bantul, Senin (22/4).

Dikatakan, para pelaku hanya butuh waktu 15 menit untuk membobol rumah. Dua orang bertugas sebagai pembobol, dua lainnya sebagai joki motor.

Barang curian kemudian dijual ke Pangandaran. Emas dijual seharga Rp 1,2 juta, satu handphone dijual Rp 400 ribu. Satunya diberikan ke orang.

“Hasil penjualan dibagi-bagi. AL mendapat Rp 720 ribu, dua lainnya Rp 390 ribu, dan AD mendapat Rp 170 ribu,” ujar Rudy.

Sebelum ditangkap di Bantul, pelaku melakukan kejahatan yang sama di Kebumen, Jawa Tengah.

Tersangkan Abdul Latief merupakan residivis. Sebelumnya pernah ditangkap dan dihukum di Ciamis selama enam bulan dengan kasus pembobolan rumah kosong.

Abdul Latief berprofesi sebagai kuli di salah satu event organizer (EO) di Jogja. Sedang butuh biaya membangun rumah di Pangandaran. Sedangkan AD mengaku ke Jogja berjualan cilok.

Ketiganya dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (cr5/iwa/er)