JOGJA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area DIJ awalnya ingin memperbaiki bangunan gardu listrik di selatan Taman Khusus Parkir Abu Bakar Ali (ABA). Tapi saat mengajukan izin perbaikan ke Badan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya (BP2WB) malah diminta mengembalikan ke bentuk aslinya.

Oleh masyarakat bangunan tersebut dikenal sebagai Babon Aniem. Manager PT PLN Area Jogja Eric Rosi Priyo Nugroho mengaku hendak membersihkan bangunan tersebut dari tanaman liar dan perbaikan LED yang ada di atasnya. “Karena itu masuk cagar budaya, kami minta izin (ke BP2WB). Malah disarankan untuk mengembalikan ke bentuk aslinya,” kata dia ketika dikonfirmasi, Senin (22/4).

Selain itu, rekomendasi dari BP2WB juga meminta supaya disinkronkan dengan konsep penataan kawasan Malioboro. Diantaranya harus ramah pejalan kaki. Karena itu PLN sempat mengusulkan penambahan replica becak dan andong di sana. “Tapi dicoret, yang disarankan diberi tempat yagn bisa untuk spot foto, seperti yang di Stasiun Tugu,” tuturnya.

Untuk anggaran sendiri, semuanya dari PLN. Eric menargetkan sebelum Lebaran nanti revitalisasi Babon Aniem sudah bisa diselesaikan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kandha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan DIJ Aris Eko Nugroho menambahkan ada empat rekomendasi dari Dewan Perimbangan BP2WB. Selain mengembalikan seperti bentuk semula, ornamen di atas Babon Aniem juga dikembalikan. “Termasuk memperbaiki aksara Jawa di ornamen bangunan, lainnya saya lupa. Intinya beautifikasi instalasi seni di gardu PLN,” ujarnya.

Mantan Kepala Bidang Anggaran Belanja DPPKA DIJ itu menambahkan, Babon Aniem yang dibangun pada 1918 itu termasuk struktur cagar budaya berdasarkan Surat Edaran Gubernur DIJ pada 2017. Bahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kawasan di sana ditetapkan menjadi kawasan cagar budaya nasional. (pra/zl)