GUNUNGKIDUL – Jembatan Plasari menghubungkan Kecamatan Playen dan Gedangsari, Gunungkidul resmi beroperasi sejak awal tahun ini. Ada harapan khusus disampaikan Gubernur DIY Hamengku Buwono X saat meresmikan jembatan sepanjang 100 meter yang membelah Sungai Oya tersebut.

“Pembangunan  jalan alternatif ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar gubernur saat meninjau Jalan Ngalang-Nguwot-Gading sepanjang 6 kilometer pada 10 Januari 2019.

Jalan alternatif itu membuka jalur lintas utara Kabupaten Gunungkidul. Yakni jalur lintas Prambanan-Gayamharjo-Tawang-Ngalang-Plasari-Gading. Jalan alternatif itu sejauh 28 kilometer dengan lebar 7,5 meter.

“Hadirnya akses infrastruktur ini diharapkan mengurangi kepadatan Jalan Piyungan-Patuk-Gading,” harap HB X.

Dalam kesempatan itu, gubernur meminta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secepatnya membangun jaringan listrik di kawasan pantai selatan. Dengan adanya jalur alternatif itu akan memacu meningkatnya jumlah wisatawan. Mereka yang dari arah utara seperti Sleman dan Klaten tidak perlu lagi melalui jalur Piyungan-Patuk.

Namun bisa memanfaatkan akses jalur alternatif tersebut. Gunungkidul saat ini kesohor karena pesona pantainya yang menawan.  Gubernur meminta aktivitas masyarakat di sekitar pantai tetap berjalan, meski hari telah senja. Dengan begitu, wisatawan bisa menikmati suasana pantai selatan Gunungkidul.

“Di pantai masih ada kehidupan. Jangan sampai begitu matahari terbenam sudah tidak ada lagi warung yang buka. Seakan-akan sudah tidak ada kehidupan karena listrik belum masuk,” ingatnya.

Selain itu, raja Keraton Yogyakarta itu mengajak agar warung yang ada di bibir pantai segera dibenahi. Tujuannya agar wisatawan  dapat melihat pantai. Mereka datang bukan untuk melihat warung. Sebab, warung yang terlalu dekat dengan pantai menghalangi pemandangan wisatawan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP dan ESDM) DIY Hananto  Hadi Purnomo menjelaskan, Jalan Nguwot-Ngalang-Gading dan Jembatan Plasari ini dibangun sejak Februari 2018. “Anggarannya mencapai Rp 81,4 miliar dari APBD DIY  dan Dana Keistimewaan DIY,” terang Hananto. Rinciannya dari APBD DIY sebesar Rp 59 miliar dan sisanya Rp 22 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.

Pelaksanaan pembangunan terbagi dua tahap. Yakni tahap pertama, jalan dan jembatan Ngalang-Nguwot-Gading sepanjang 4 kilometer. Tahap kedua, jembatan ditambah trotoar 1 meter di sisi kanan-kiri plus jalan Ngalang-Nguwot-Gading sepanjang 2 kilometer.

Dengan selesainya pembangunan jalan dan jembatan baru tersebut diharapkan mendukung konektivitas antar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prambanan. Di sampung itu, memicu pertumbuhan dan membangkitkan perekonomian Kawasan Gunung Api Purba-KSPN Karst Gunungkidul.

“Sekaligus meningkatkan aksebilitas jalur Prambanan-Pathuk-Gedangsari-Playen. Juga mengurai kepadatan Yogyakarta- Piyungan-Pathuk-Gading-Wonosari,” beber Hananto.

Ke depan Jalan Nguwot-Ngalang-Gading ini menjadi jalan alternatif dan menambah akses jalan dari Yogyakarta ke Gunungkidul. Khususnya dari sisi utara jalan nasional dengan menggunakan trase Prambanan-Gayamharjo-Ngalang-Nguwot- Wonosari. (kus/gp)