PURWOREJO – Tidak sampai harus mengenakan pakaian adat Nusantara, peserta didik Madrasah Aliyah (MA) An-Nawawi, Berjan, Purworejo, bisa meresapi makna peringatan Hari Kartini yang digelar di aula sekolah setempat, Sabtu (20/4). Mereka hanya mengenakan pakaian pramuka, seragam yang biasa dikenakan di hari Jumat-Sabtu.

Ruangan luas itu didominasi para siswi, sedangkan para siswa hanya tampak sebagian saja di bagian depan. Tidak perlu duduk di atas kursi, dengan lesehan semuanya menyatu dalam peringatan itu.

Ya, ada ribuan anak yang mengenyam pendidikan formal di madrasah itu. Mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Di luar pendidikan formal, niat awal mereka adalah mendalami ilmu Islam di Ponpes An-Nawawi asuhan KH.

Kartinian kali ini memang agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada satu event lain yang juga digelar yakni peringatan Isra Mi’raj. Banyak pesan yang disampaikan dalam peringatan, intinya mereka diajak bisa saling menghargai dan hidup berdampingan walaupun berbeda asal-usul.

Kepala MA An-Nawawi Sahlan mengungkapkan, pembentukan karakter memang terus ditekankan kepada anak didik. Ilmu formal yang diperoleh akan diimbangi dengan ilmu agama akan menjadikan anak memilki sesuatu yang lebih.

“Kartini adalah simbol kesetaraan gender. Karena beliau sekarang lelaki dan perempuan itu sederajat,” kata Sahlan.

Yang dilakukan Kartini menginspirasi banyak pihak di seluruh Indonesia. Demikian halnya anak-anak di An Nawawi juga diajak bisa mewarisi nilai luhur yang ada.

Sebagai pengisi utama kegiatan itu, madrasah melibatkan alumninya yang telah berprestasi di luar pondok untuk bisa berbagi ilmu. Adalah Iqbal Nurdin Hamidi, yang pernah menjadi juara dai nasional untuk menyajikan berbagai hal tentang motivasi menjadi seorang yang baik kepada peserta didik. (udi/laz/er)