GUNUNGKIDUL – Sebanyak 19.364 siswa dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) sederajat di Gunungkidul mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Persoalan listrik padam dan server lemot masih menjadi perhatian.

“Kami menyiapkan tim help desk terdiri dari sepuluh orang teknisi yang bersiaga di kelompok kerja UNBK,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid di sela sidak kesiapan UNBK, Minggu (21/4).

Dikatakan, tim memiliki tugas memberikan layanan jika ada masalah selama ujian. Cara kerjanya, memantau potensi masalah gangguan jaringan.

“Jika ada masalah, tim bisa dipanggil. Jika persoalan ringan, cukup via telpon. Tapi kalau kategori berat, tim bisa meluncur ke sekolah,” ujar Bahron.

Bahron berharap, tim mampu mengantisipasi jika terjadi gangguan jaringan. Pihak sekolah juga sudah memiliki operator pemandu pelaksanaan ujian.

“Fasilitas pendukung ujian seperti komputer, jaringan kelistrikan, hingga internet sudah aman,” kata Bahron.

Selain penyediaan genset, pihaknya berkoordinasi dengan PLN agar selama ujian tidak ada pemadaman. Genset penting manakala ada pemadaman mendadak.

“Sudah kami instruksikan sekolah untuk sewa genset. Genset sebagai cadangan apabila ada pemutusan jaringan listrik tiba-tiba. Sehingga tidak mengganggu jalannya ujian,” ungkap Bahron.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah memantau kesiapan UNBK. Dia meninjau kesiapan beberapa SD maupun SMP di Karangmojo, Semanu dan Wonosari.

Insyaallah sudah siap,” kata Badingah di sela peninjauan persiapan ujian di SMP Persiapan, Semanu.

Dia berharap, USBN SD dan UNBK SMP berjalan lancar. Orang tua diminta mendampingi putra putrinya belajar.

“Peran orang tua sangat besar untuk mendorong anak-anak semakin berkualitas,” tegas Badingah. (gun/iwa/zl)