JOGJA – Hari ini (22/4), para siswa kelas VI SD akan melaksanakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN), sedang siswa IX SMP mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Mereka diminta mengerjakan sungguh-sungguh, karena nilainya diperhitungkan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Dalam Peraturan Wali Kota Jogja No 23 tahun 2019 tentang PPDB tahun ajaran 2019/2020, untuk jenjang SMP, memberikan kuota zonasi mutu sebanyak 40 persen. Itu berdasarkan hasil nilai USBN SD. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Asrori mengakui adanya kuota berdasarkan nilai USBN itu.

“Berdasarkan hasil evaluasi PPDB tahun lalu, makanya kami harap para siswa tetap belajar yang rajin karena USBN merupakan salah satu evaluasi pembelajaran selama ini,” katanya, Minggu (21/4).

Bagaimana dengan hasil UNBK tingkat SMP? Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya menyatakan nilai UNBK sepertinya tidak dipakai dalam PPDB. Itu mengacu pada surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri.

“Isinya minta jika nilai UNBK tidak perlu digunakan, tapi sementara masih kaji dalam draft Pergub PPDB,” jelasnya dikonfirmasi terpisah.

Tapi diakuinya, dalam PPDB SMA/SMK tahun ajaran 2018/2019 lalu, nilai UNBK masih dipakai. Karena nilai UNBK menjadi perhitungan jika secara zonasi terdapat siswa dengan jarak yang sama.“Tahun lalu masih pakai nilai (UNBK), perpaduan dengan jarak,” tuturnya.

Meskipun sepertinya tak akan dipakai dalam PPDB SMA/SMK, Didik tetap meminta para siswa SMP di DIJ serius mengerjakan UNBK. “Digunakan atau tidak untuk masuk jenjang pendidikan berikutnya, harus tetap diseriusi karena itu indikator ketuntasan anak-anak dalam belajar,” ungkapnya.

Dalam USBN SD di Kota Jogja sendiri, Budi menyebut akan diikuti oleh 7.342 siswa. USBN dilaksanakan 22-24 April 2019 yang mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. “Soal 25 persen dari pusat, 75 persen dari daerah. Seluruh DIJ soalnya sama.” katanya

Sedang Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Jogja Dedi Budiono menambahkan, untuk UNBK SMP berlangsung empat hari. Mengujikan Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA. “Ada 7.993 siswa di Kota yang ikut UNBK,” katanya.

Untuk SMP negeri semuanya akan menggelar UNBK dua sesi. Sedang untuk sekolah swasta ada yang hingga tiga sesi. Begitu pula untuk SMP yang menumpang, untuk pelaksanaan UNBK dilaksanakan pada sesi ketiga.

Dedi memastikan semua persiapan sudah selesai. Termasuk untuk sinkronisasi, yang sudah dilakukan pada jumat dan sabtu lalu.”Kalau untuk pelaksanaan UNBK tentu sudah siap semua, dan semoga tidak ada halangan-halangan apapun,” katanya.

Sebagai antisipasi gangguan, di sekolah juga ada petugas teknisi dan operator. “Sekolah-sekolah juga untuk mengantisipasi takutnya listrik mati kami minta untuk menyediakan genset,” tambahnya.

Kepala SMP 08, Retna Wuryaningsih menambahkan untuk persiapan UNBK sendiri sudah berjalan dengan lancar, dan SMP 8 sudah siap untuk melaksanakan UNBK. “Tidak ada kendala yang terjadi, untuk genset bahkan sudah datang, untuk administrasi juga sudah lengkap, semoga tidak ada kendala,” tuturnya. (cr8/pra/er)