SLEMAN – Persaingan menuju kursi DPRD tingkat kabupaten diprediksi bakal berjalan ketat. Meski, proses rekapitulasi suara masih di tingkat kecamatan.

Tidak hanya antarpartai politik, sengitnya pertarungan itu juga melibatkan sesama kader. Lantaran tidak sedikit pendatang baru yang all-out, sehingga berpotensi mengalahkan calon legislatif (caleg) petahana.

”Calon legislatif (pendatang) baru luar biasa,” kata Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan saat dihubungi, Jumat (19/4).

Saking ketatnya, Arif mendengar tidak sedikit caleg petahana yang bertumbangan. Kendati begitu, Arif belum dapat menyebut satu per satu caleg petahana yang kalah bersaing dengan pendatang baru itu.

”Ada (petahana) yang tumbang, tapi belum berani membuat pernyataan resmi, karena proses rekapitulasi suara masih berjalan,” dalihnya.

Meski ketat, pria yang akrab disapa Akur ini berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Sleman (Kecamatan Moyudan, Godean, Seyegan, dan Minggir) ini optimistis lolos. Mengingat, hingga kemarin sore, Arif telah mengantongi sekitar 8.900 suara. Jumlah suara ini berpotensi bertambah. Lantaran 8.900 suara itu baru dari 270 TPS (tempat pemungutan suara).

”Total ada sekitar 600-an TPS,” ungkap caleg petahana yang mengantongi 9.088 suara pada Pemilihan Legislatif 2014 ini.

Internal caleg PKS juga bersaing ketat. Yani Fathu Rahman tak menampik jamak caleg pendatang baru di internal partainya yang bersaing dengan petahana. Kendati begitu, caleg PKS yang berangkat dari Dapil 2 Sleman (Kecamatan Pakem, Cangkringan, dan Ngaglik) ini optimistis bisa kembali duduk di parlemen Sleman.

Ketua DPC Partai Gerindra Sleman Sukaptono juga belum mau berbicara banyak. Hingga sekarang, caleg petahana yang berangkat dari Dapil 1 Sleman (Sleman, Tempel, dan Turi) ini belum mengetahui berapa total perolehan suaranya.

”Posisi saya sekarang seperti apa juga belum tahu,” kata pria yang mengantongi 6.086 suara pada Pileg 2014 ini. (har/zam/by)