KULONPROGO – Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) yang terletak di Temon, Kulonprogo, segera dioperasikan. Inaugural flight khusus penerbangan perdana internasional dijadwalkan 29 April mendatang. Ini dilakukan setelah semua parameter dari Kementerian Perhubungan terpenuhi.

Penerbangan komersial secara penuh dijadwalkan sekitar enam bulan. ”Kami akan berusaha mengejar target full operation Bandara Internasional Yogyakarta ini Oktober-November 2019,” ucap Juru Bicara Proyek YIA Agus Pandu Purnama.

“Kami akan berusaha mengejar target full operation Bandara Internasional Yogyakarta ini Oktober-November 2019,” ucapnya.

PT Angkasa Pura (AP) I masih menunggu lampu hijau dari Kementerian Perhubungan terkait operasi YIA di Temon, Kulonprogo. Proses verifikasi kelayakan operasional sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Verifikasi dilakukan tiga direktorat di Kementerian Perhubungan. Verifikasi menghasilkan tujuh poin catatan yang bersifat mandatory (perintah). Perintah itu wajib dilaksanakan Angkasa Pura I sebelum tahap operasi penerbangan internasional akhir April.

Project Manager Pembangunan YIA PT AP I Taochid Purnama Hadi menjelaskan, di antara tujuh poin catatan mandatory itu adalah penyelesaian runway light (tata lampu landasan pacu) dan pengecatan marka. “Semua poin-poin temuan verifikasi itu sudah kami tindaklanjuti dan diselesaikan per 15 April lalu. Semua juga sudah dilaporkan ke kantor pusat Jakarta,” ucapnya, Kamis (18/4).

Semua airside sudah siap. Rambu dan lampu sudah terpasang. Evaluasi juga sudah dilaporkan ke kantor pusat.

“Kami tinggal menunggu izin operasi bandaranya saja,” jelasnya.

Sertifikat kelaikan bandar udara dari Kementerian Perhubungan sudah dikantongi. Khususnya, untuk menyambut penerbangan internasional yang rencana akan dimulai akhir April.

Penerbangan internasional perdana, AP I menggunakan bangunan terminal seluas sekitar 12.900 meter persegi. Sedangkan fasilitas sisi udara (airside) sepenuhnya rampung dan bisa digunakan untuk penerbangan. Kapasitas apron mampu menampung hingga sembilan sembilan unit pesawat secara bersamaan.

“Saat full operation, luasan terminal penumpang di YIA mencapai 210.000 meter persegi dengan kapasitas 14 juta penumpang per tahun atau sembilan kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto. Apron mampu menampung hingga 23 unit pesawat. Full operation nanti wajib dimintakan lagi sertifikasinya untuk landside. Termasuk flyover sebagai akses bagi pengguna jasa juga kita mintakan sertifikat,” jelasnya. (tom/amd/fj)