JOGJA – Alexander Farrel Rasendria menjadi satu satunya siswa berkebutuhan khusus di Indonesia yang menggunakan aplikasi Job Access With Speech (JAWS). Siswa kelas XI SMAN 3 Jogja ini memilih aplikasi tersebut saat mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Sistem kerja aplikasi ini mengubah tulisan menjadi suara. Berbeda dengan metode braile, JAWS diklaim lebih optimal. Itu yang dirasakan oleh Farrel selama mengikuti UNBK. Bahkan remaja usia 18 tahun ini telah menerapkan dalam kegiatan belajar mengajar harian. Dari segi soal dan pengerjaan juga tidak ada bedanya dengan siswa lainnya. Hanya saja komputer milik Farrel terdapat headset sebagai media pendengar.

“Lebih mudah pakai JAWS, jadi lebih cepat dan nyaman kalau mengerjakan ujian. Apalagi saya mendengarkan langsung soal ujiannya, bukan dibacakan,” jelasnya ditemui sebelum pelaksanaan UNBK di SMAN 3 Jogja, Senin (8/4).

Hanya saja diakui olehnya ada kelemahan saat mengerjakan soal matematika. Terutama untuk membaca grafis dan gambar. Maka sekolah menyediakan guru pendamping selama ujian. Fungsinya membantu Farrel untuk pengerjaan soal dengan grafis dan gambar.

Kendala lain adalah lafal pengucapan bahasa Indonesia. Suara yang keluar memiliki logat bahasa Inggris.“Padahal soalnya bahasa Indonesia, ya agak aneh tapi tetap bisa dipahami,” ujarnya.

Kepala SMAN 3 Jogja Maman Surakhman memastikan sekolah telah mengajukan JAWS ke Disdikpora DIJ sebagai penunjang UNBK bagi siswa tuna netra. Pemakaian aplikasi JAWS, diakui olehnya merupakan sejarah baru. ”Karena siswa tuna netra mengikuti ujian tanpa menggunakan braile,” katanya.

Kedepannya tidak menutup kemungkinan JAWS menjadi aplikasi wajib di SMAN 3 Jogja selama UNBK. Apalagi aplikasi ini tidak bertentangan dengan sistem yang diusung dalam UNBK.“Jika ada siswa dengan tuna netra akan kami coba terapkan metode yang sama,” ujarnya.

Secara keseluruhan pelaksanaan UNBK di DIJ berjalan lancar. Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Disdikpora DIJ Didik Wardaya mengaku tidak menerima laporan gangguan. Setelah selesai UNBK, pihaknya bersama sekolah mengimbau kepada siswa agar melakukan kegiatan positif.  “Sudah banyak yang merayakannya dengan gerakan-gerakan positif,” katanya.  (dwi/pra/mg1)