PURWOREJO – Tanaman mangrove dimanfaatkan ibu-ibu rumah tangga di Koperasi Perajin Batik Adipurwo, Purworejo, untuk dijadikan pewarna alam. Hasil yang diperoleh tidak kalah dengan pewarna lain.

Lebih mensosialisasikan penggunana bahan alam, mereka pun menggandeng warga di seputar markas Komunitas Mangrove Purworejo (Komangjo) Foundation untuk menggalakkannya lagi. Tercatat ada 25 peserta yang menyelami dunia batik serta pewarna alam itu, 1 April hingga 14 April mendatang.

Instruktur pelatihan sekaligus Ketua Ketua Koperasi Perajin Batik Adipurwo Raharjo Widyarsana Darjita mengungkapkan, pelatihan mencakup seluruh proses membuat batik. Mulai dari membuat motif, baik batik tulis dengan canting maupun batik cap, pengenalan dan pembuatan pewarna alam, proses pewarnaan, hingga finishing.

“Pewarna alam yang dipilih dalam pelatihan ini terutama dari tanaman mangrove karena merupakan sesuatu yang masih baru di Purworejo. Bagian tanaman yang dimanfaatkan yakni kulit batang, daun, dan buah mangrove,” kata Widyarsana Minggu (7/4).

Menurutnya, penggunaan pewarna alam mangrove memang relatif masih baru di Purworejo. Pihaknya tergerak untuk memanfaatkannya karena sekarang ini di kawasan pantai selatan Purworejo tengah dikembangkan mangrove. “Harapannya kami ke depan bisa memberdayakan warga di sana sebagai penggerak batik dengan pewarna mangrove,” tambahnya.

Dari penyelenggaraan pelatihan ini, lanjutnya, diharapkan menjadi embrio pengembangan batik dengan pewarna alam, terutama mangrove. Rata-rata para peserta sudah memulai usaha batik, sehingga diharapkan dengan tambahan keterampilan yang didapat dari pelatihan bisa semakin mengembangkan usaha dan menularkan ilmunya.

“Peserta yang ikut dalam kesempatan awal ini juga kami minta untuk menularkan kepada teman-teman yang belum bisa ikut, karena pelatihan ini memang pesertanya terbatas. Masing-masing ada kelompok, bisa dikembangkan di kelompok, bisa dipopulerkan dengan pewarna mangrove,” katanya.

Salah seorang peserta pelatihan, Listiastuti, 52, warga Kelurahan Cangkrep Lor, mengungkapkan, pelatihan menambah ilmu bagi ibu-ibu. Dengan keterampilan membatik yang didapat, ibu-ibu rumah tangga bisa mengembangkan usaha batik sehingga menambah penghasilan keluarga. (udi/laz/zl)