BANTUL – Meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berada di wilayah tak selamanya dilakukan dengan patroli keliling. Polsek Jetis Bantul mewujudkannya dengan program Safari Salat Jumat.

Kapolsek Jetis, AKP M.Soleh menjelaskan kegiatan Safari Salat Jumat ini merupakan program dari Polsek Jetis yang dilaksanakan rutin. Bersamaan dengan pelaksanaan salat jumat. “Bentuk kegiatannya adalah dengan menyambangi masjid-masjid di dusun yang ada kecamatan Jetis,” katanya, Kamis (4/4).

Dalam kegiatan yang sudah dimulai sejak 2018 ini, M.Soleh akan berperan sebagai khotib. Dalama khotbahnya, dia akan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta berbagai pesan keagamaan lainnya.

“Program ini juga adalah suatu bentuk silaturahmi jajaran Polsek Jetis untuk dapat mengenal warga masyarakat atau istilahnya tilik wargo,” katanya. Serta diharapkan agar anggota Polsek Jetis kemudian lebih mengenal warga dan tokoh masyarkat yang sudah kunjungi.”Serta juga untuk mengenal wilayah, agar kami selaku aparat kepolisian tahu keadaan di Jetis,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, bersamaan dengan kegiatan ini, jajaran Polsek Jetis juga membrikan beberapa saran. Diantaranya, lanjut Soleh seperti tentang menghidupkan kembali pos kamling, menjaga persatuan dan kesatuan dan gotong royong. Hingga meminta masyarakat untuk menghindari berita berita hoaks yang sifatnya mengadu domba.

“Diakhir biasanya kami juga memberikan kenang-kenangan. Berupa Al Quran untuk memakmurkan masjid,” ungkapnya.

Bagian dari tilik wargo, tambahnya, jajarannya juga melaksanakan kegiatan bakti sosial. Untuk diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu di wilayah Jetis. Kegiatan tersebut rutin dilakukan secara bergantian di empat desa yang ada di Jetis. Yaitu Sumberagung, Trimulyo, Canden dan Patalan.

Dari mana sumber dana untuk bantuan tersebut didapat? Soleh menyebut didapat dari hasil infak para anggota Polsek Jetis. Dengan meyisihkan sebagian dari hasil gaji yang dimiliki. “Dikumpulkan setelah para anggota menerima gaji mulai tanggal 1-5 tiap bulannya. Setelah itu kami belanjakan berupa sembako,” katanya.

Tujuan dari program tersebut, dikatakan Soleh juga untuk mengenalkan kembali ke masyarakat jika polisi disamping sebagai pelayan, pelindung dan pengayom. Juga peduli dengan warga masyarakat disekitar yg membutuhkan, sesuai dengan asas Promoter.

“Bekerja secara profesional sesuai standar operasional yang berlaku sudah menjadi hal wajib bagi kami. Namun menumbuhkan kembali kepercayaan masyakat kepada aparat menjdi penting untuk mendukung tugas tugas polri,” tuturnya. (cr5/pra/by)