JOGJA – Awal kepengurusan baru Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ menggelar kegiatan penyegaran bagi wasit lisensi C1, Rabu(3/4). Sebanyak 14 wasit dan 30 asisten wasit ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Ajang penyegaran meliputi fitnes test serta sesi kelas yang berlangsung di Monumen PSSI. Wasit ternama Indonesia pemegang lisensi FIFA Purwanto memberikan materi terhadap wasit-wasit muda asal DIJ ini.

Ketua Umum (Ketum) Asprov PSSI DIJ Ahmad Syauqi Soeratno mengungkapkan, sepak bola Indonesia sekarang sedang mendapat sorotan.

Rentetan kasus pengaturan skor yang belakangan merebak di kancah sepak bola Tanah Air, menjadi salah satu penyebab utamanya. Para wasit pun tak luput dari sorotan kasus match fixing tersebut. “Susah mencari sosok wasit yang berintegritas ini. Tapi, setidaknya, Pak Purwanto bisa menjadi salah satu contoh,” kata Syauqi.

Mantan CEO Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) itu mengatakan, meski berulang kali terbadi pergantian rezim di tubuh PSSI, nama Purwanto tetap tidak tergoyahkan. Sebab integritasnya memang patut diacungi jempol. “Memang, menjadikan orang seperti beliau itu tidak gampang, godaannya berat, tekanan banyak,’’ imbuh Syauqi.

Dia pun menampung keluhan para wasit, terkait minimnya kesempatan memimpin laga, terutama untuk wilayah DIJ. Syauqi tidak memungkiri, jam terbang bagi pengadil lapangan, sangatlah penting. Karena itu berkaitan langsung dengan syarat kenaikan lisensi. ”Kalau Asprov berjalan lebih baik, Insya Allah besok akan ada semacam Liga Champion DIJ. Artinya, juara kompetisi di tingkat Askab, atau Askot, kita tandingkan kembali di level provinsi,” jelasnya. (bhn/din/mg2)