JOGJA – Sebanyak 35 pemain masuk dalam penjaringan untuk tim sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) DIJ. Mereka yang terpilih akan ambil bagian dalam Popnas yang digelar di Papua, Oktober mendatang.

Pelatih Popnas DIJ Ananto Nurhani menjelaskan, ke-35 pemain yang masuk merupakan hasil penjaringan melalui Popda yang baru saja digelar. Meski begitu, tidak semua yang masuk dalam seleksi muka-muka baru.

Masih ada sisa delapan pemain yang masih digunakan untuk ikut bagian seleksi tim Popnas tahun ini.ā€¯Mereka, sepeninggalan Popwil (Pekan Olahraga Wilayah) DIJ tahun lalu,” jelas Ananto kepada Radar Jogja, Rabu(3/4).

Dari 35 pemain, jelasnya akan dikerucutkan melalui seleksi bertahap. Selama tiga bulan hingga Juli, ke-35 pemain akan dimatangkan pada program tahap pertama. Para pemain akan disertakan pada turnamen antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) pada Juli mendatang. “Dari sana kami seleksi lagi menjadi 24 pemain, dan akan mengikuti program kedua Agustus,” jelas pria yang akrab disapa Antok ini.

Pria yang tahun lalu menjabat sebagai asisten pelatih di PSIM Jogja ini menjelaskan dari 24 pemain, masih akan diseleksi kembali. Selanjutnya, sebanyak 18 pemain hasil lolos seleksi menjadi skuad yang disiapkan dalam Popnas Papua Oktober mendatang. “Pada program tahap ketiga ini akan ada pengerucuran pemain hingga sebelum berangkat ke Papua. Awal Oktober harapannya seleksi sudah benar-benar selesai,” terangnya.

Dijelaskan, pemain hasil seleksi tim Popnas DIJ ini merata dari seluruh DIJ. Mereka pemain-pemain terpilih memiliki kualitas terbaik dalam gelaran Popda DIJ 2019. “Meski juara di tangan Sleman, bukan berarti para pemainnya mendominasi. Secara umun kualitas di setiap wilayah merata,” katanya.

Saat disinggung mengenai target, pria asal Lampung ini berharap bisa berada di titik terbaik dan meningkat dari Popnas sebelumnya. “Popnas sebelumnya hanya delapan besar, sekarang harapannya bisa emas,” jelasnya. (bhn/din/mg2)