SLEMAN – Satgas Antimafia Bola yang dibentuk oleh Mabes Polri masih terus bekerja untuk menyelidiki dugaan kasus pengaturan skor dalam Liga Indonesia. Terbaru, bos PSS Sleman Soekeno dimintai keterangan sebagai saksi kaitanya dengan dugaan pengaturan skor di Liga 2.

Kasus ini muncul setelah Manajer Madura FC Januar Herwanto mengaku pernah dihubungi mantan Exco PSSI Hidayat untuk mengalah saat bertemu PSS. Dari laporan tersebut, Hidayat saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kepada Radar Jogja, Soekeno mengaku pemeriksaanya berjalan singkat.

Penyidik hanya melontarkan tidak lebih dari delapan pertanyaan. Menurut CEO PT Putra Sleman Sembada itu, pemanggilan dirinya lebih pada konfirmasi mengenai keterangan-keterangan beberapa pihak dari PSS sebelumnya.

Selain Soekeno, sebelumnya penyidik telah memintai keterangan mantan manajer Sismantoro, asisten manajer Dewanto Rahadmoyo dan pelatih PSS Seto Nurdiantoro.

“Pertanyaanya ndak banyak kok, cuma ditanya ‘kenal dengan pelatih Madura FC ndak’. ‘Kenal dengan Hidayat ndak’. Saya jawab tidak kenal karena memang tidak kenal,” ungkapnya kepada Radar Jogja, Kamis (4/4).

Pihaknya mengatakan, pemeriksaan berjalan kondusif. Pria yang juga pengusaha itu optimisitis bahwa klubnya tidak melakukan pengaturan skor saat menjuarai Liga 2 musim lalu. Dia meyakini, PSS juara karena memang memiliki skuad yang mumpuni.

Selanjutnya, dia berharap, kondisi tersebut tidak berdampak dalam persiapan tim sebelum menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2019. Sebab saat ini manajemen tengah mempersiapkan tim, tidak hanya tim senior tapi juga tim junior untuk kompetisi Elite Pro Academy.

“Apapun kondisinya persiapan tim tetap berjalan, tidak boleh terganggu. Kami optimistis menghadapi kompetisi 2019,” tuturnya.

Sebelumnya di Jakarta, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, empat orang dari pihak PSS dimintai keterangan terkait dugaan kasus match fixing Liga 2 untuk tersangka Hidayat.

Keempatnya yakni Soekeno, Sismantoro selaku manajer PSS Sleman musim lalu, Seto Nurdiantoro sebagai pelatih PSS Sleman, dan Dewantono sebagai Asisten Manajer PSS Sleman.

Mereka menjalani pemeriksaan di kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada Kamis (4/4) pagi. “Semua hadir jam sepuluh pagi,” katanya kepada wartawan.

Tak hanya berhenti pada Hidayat, penyidik Mabes Polri dalam waktu dekat berencana meminta keterangan 22 saksi terkait dugaan kasus pengaturan pertandingan di Liga 2. Mereka yang akan dipanggil kemungkinan berasal dari unsur perangkat pertandingan, manajemen tim, pelatih dan pemain. (riz)