JOGJA – Bikin surprise yang unik dan istimewa, tak melulu berwujud barang yang bisa dikenakan ataupun barang koleksi. Di tangan Sansan, perempuan kelahiran Temanggung, Jawa Tengah itu menyulap kelezatan makanan dengan sentuhan kreativitas. Ya, Sansan membuat puding lukis. Hemmm, selain rasanya enak, pudding ini juga dikemas cantik.

Sansan memulai karirnya dua tahun lalu. Pada mulanya, dia belajar membuat puding lukis dari sang kakak, Yuliana Jiu Dias. Proses belajar selama dua jam itu, justru menjadi peluang bisnis kreatif. ”Awalnya belajar bikin puding, terus niruin kakak pakai dilukis. Kebetulan saya bisa lukis,” katanya, Senin(11/3).

Sejak itu, dia mulai membuat puding lukis yang awalnya iseng-iseng gambar. Tapi saat diupload ada yang tertarik. Akhirnya beberapa orang memesan puding lukis buatannya itu.

Awalnya, Sansan mengira orang bakal memesan puding lukis bergambar tokoh idola atau fans. Seperti tokoh Korea yang lagi tren misalnya. Namun justru mereka memesan potret diri, atau potret seseorang yang akan diberikan surprise. ”Tebakanku malah meleset. Lucu saja jika mereka memakan wajah sendiri,” pungkasnya disertai tertawa.

Menurutnya, membuat puding lukis itu prosesnya simpel. Memerlukan waktu 3 sampai 5 jam hingga selesai. Caranya, dia memadupadankan puding berbagai varian. Tapi yang dia gunakan, tiga varian rasa. Khusus varian vanila, letaknya paling atas. Fungsinya sebagai dasar lukisan agar warna tampak menonjol. Nah, proses pembuatan puding memerlukan waktu sekitar 2,5 jam hingga puding mendingin. ”Selanjutnya, dilukis menggunakan pewarna makanan,” kata perempuan yang saat ini tinggal di Bangunharjo, Sewon itu.

Dengan modal foto pemesan, dia mulai melukis puding itu. Pelan dan hati-hati saat melukis agar garisnya tetap stabil. Dengan menggunakan kuas, di mulai melukis di atas puding tersebut. Mulai dari sketsa tipis hingga saat menggoreskan pewarna layaknya tinta coklat itu, dia lakukan dengan sabar.

Selanjutnya, dia mulai mendusel dengan kuas, bagian-bagian gelap atau bayangan. ”Layaknya melukis di atas kertas,” ungkap Sansan.
Setelah gelap terang menyerupai objek foto. Tahap selanjutnya, mendetailkan garis wajah. Seperti mata, memberikan bulu mata, garis hidung dan lainnya. Untuk satu puding dia jual seharga Rp 230 ribu. Dengan ukuran puding diameter 22 cm.

Saat ini sudah puluhan puding dibuatnya. Rata-rata pemesan berasal dari Jogjakarta. Sedangkan pemesanan terjauh di Muntilan. ”Pengiriman maksimal satu hari. Setelahnya puding bisa basi. Jika pemesanan sampai, puding harus segera dimasukkan kulkas,” sarannya.

Dalam satu bulan, dia dapat membuat 3-8 pesanan puding untuk mengisi waktu kosong di sela kesibukannya sebagai penyanyi dan bekerja jasa asuransi. (cr6/din/mg2)