JOGJA – Pulung Gantung merupakan sebuah mitos yang muncul di masyarakat Gunungkidul. Dipahami sebagai gaib yang mengajak mati, ketika seseorang yang menerima pulung gantung ini sudah pasti tidak bisa terhindar dari kematian gantung diri.

Mitos menarik itulah yang menginspirasi Executive Producer Kamp Pictures Mohammad Solikin untuk mengangkatnya dalam film layar lebar. Menurutnya, pulung gantung ini masih jadi pro kontra di masyarakat, baik ahli kesehatan, psikolog, maupun tokoh agama.

”Dengan diangkatnya ke sebuah film ini saya ingin menyampaikan pesan moral dan edukasi kepada warga Gunungkidul maupun masyarakat luas bahwa ada jalan keluar untuk menghindari pulung gantung ini,” paparnya belum lama ini.
Solikin pun tak main-main, dia melakukan banyak observasi tentang isu pulung gantung ini selama kurang lebih lima tahun. Tak hanya satu narasumber saja untuk menggali informasi tentang pulung gantung.

Pria yang juga berasal dari Gunungkidul ini mengakui, kasus gantung diri yang selalu dikaitkan dengan pulung gantung ini masih menjadi keprihatinan pemerintah daerah. Fenomena gantung diri di Gunungkidul memang sudah sering terjadi sejak dulu.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi yang hadir dalam kesempatan tersebut menyebutkan, 80 persen penyebab gantung diri adalah faktor psikis seseorang yang merasa kesepian, sisanya faktor ekonomi dan sakit keras.
”Cukup tinggi memang, pada 2019 sudah ada 13 kasus bunuh diri dengan gantung diri. Tahun lalu ada 30 orang dan tahun sebelumnya ada 34 orang,” ungkapnya.

Bukan tanpa usaha, pemerintah sudah melakukan banyak cara untuk mengurangi angka bunuh diri di Gunungkidul salah satunya adalah dengan menyambangi masyarakat yang punya potensi bunuh diri, misal yang sakit keras, kesepian, dan depresi.

Pemkab Gunungkidul pun menyambut baik pihak produksi yang ingin mengangkat isu tersebut dalam sebuah film layar lebar. Tim produksi, sutradara, pemerintah daerah, serta sejumlah stake holders lainnya juga melakukan perundingan dan diskusi terkait penggarapan film. Selain mengedukasi masyarakat, film ini dimaksudkan bisa mengangkat potensi pariwisata di Gunungkidul.

Judul film ini sudah didaftarkan di festival film di Belanda dan Perancis. Harapnnya Gunungkidul bisa go internasional lewat film ini. Sejumlah pemain ternama juga diungkapkan tim produksi seperti Donny Alamsyah, Rianti Cartwright, Pit Pagau, Febby Febiola, Ray Sahetapi, Kelik Pelipur Lara, Marwoto, dan lainnya. Film berdurasi 90 menit ini akan tayang perdana September mendatang. (ita/ila/mg2)