JOGJA – Jogja Bay menggelar Peringatan Hari Air Sedunia dengan memberikan apresiasi kepada pemenang kompetisi menulis, Jogja Bay Goes to School #1 untuk berenang gratis. Jumlah mereka yang berenang gratis, satu sekolahan. Adalah SDN 1 Maguwoharjo yang terpilih menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut.

“Dari 30 sekolah yang berpartisipasi, hanya satu yang lolos. Melalui tulisan karya Andika Wahyu Dwi, semua siswa dan guru mendapat kesempatan untuk bermain air di sini,” kata Public Relation Jogja Bay Waterpark, Medha Zeli Elsita.

Program Jogja Bay Goes to School #1 merupakan program edukasi Jogja Bay yang membahas mengenai kemanfaatan air sebagai sumber kehidupan. Dikemas dalam bentuk kompetisi menulis, program ini menjadi salah satu fokus Jogja Bay dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Sejak 2018, kami memang konsen terhadap dunia pendidikan. Hal ini selaras dengan dibukanya wahana baru bernama Museum Air,” sloroh Operation Manager, I Nyoman Mastra kepada Radar Jogja, Jumat(22/3).

Sebagai bentuk terimakasih, siswa siswi SDN 1 Maguwoharjo mempersembahkan pentas seni dan pertunjukan musik bagi pengujung berada di Harbour Teater. Mereka juga mengunjungi Museum Air, mengeksplorasi semua wahana edukasi yang ditawarkan, mulai dari menonton film tentang air, mengujungi hutan tropis, dan mencoba siklus air.

“Kami berharap di Hari Air ini, anak-anak bisa lebih mengenal kemanfaatan air sebagai sumber kehidupan lebih banyak lagi. Air sebagai sumber kehidupan memiliki peranan penting bagi manusia. Tak hanya sebagai sumber kehidupan tetapi juga kesejahteraan,” lanjut I Nyoman Mastra.

Sebagai objek wisata air dimana penggunaan air menjadi dominasi utama, menyebabkan Jogja Bay konsen tentang hal-hal yang berbau hemat air. Aplikasi tersebut diwujudkan dalam penggunaan filtratition silcutarion. Alat ini memiliki kegunaan untuk memfilter air menjadi sangat hemat.

“Dengan alat ini, pembuangan air kami sangat-sangat rendah. Yakni 0,0 sekian persen. Padahal total pengunaan air kami 3500 m3 per hari. Penggunaan paling banyak adalah untuk hal-hal higienitas, seprti mandi, blassing, dan cuci tangan yang bisa 125 m3,” tuturnya. (sce/met/jko/mg2)